|
Ekonomi
AAF Tuntut Pemerintah Penuhi Janji Pasokan Gas
Jum'at, 10 Desember 2004 | 10:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Serikat Pekerja AAF Marwan mengatakan, jika sampai Januari 2005 tidak ada pasokan gas untuk AAF, perusahaan dengan 1.500 karyawan itu akan jatuh pailit. Selama ini saldo perusahaan sebesar Rp 300 miliar telah habis untuk biaya pemeliharaan dan gaji karyawan.
Marwan juga mempertanyakan rencana pemerintah untuk menutup perusahaan itu. “Jika AAF saat ini ditutup dan ternyata tiga tahun lagi gas melimpah, perusahaan sudah tidak bisa berdiri lagi. Tentu saja ini sangat merugikan negara,” kata Marwan kepada Tempo.
AAF selama ini memproduksi 600 ribu ton pupuk per tahun dan total pendapatan Rp 700 miliar per tahun. Dengan harga US$ 120 per metrik ton dikurangi dengan seluruh biaya produksi, perusahaan berhasil memperoleh keuntungan sebesar Rp 200 miliar per tahun.
Menurut Marwan, pasokan gas yang semula untuk memasok AAF dari ExxonMobil diekspor ke Jepang dan Taiwan, karena pasokan gas dari Bontang untuk kedua negara itu tidak mencukupi. “Sudah ada MoU (nota kesepahaman) antara pemerintah dengan kedua negara tersebut,” kata Marwan.
Asep Yogi Junaedi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|