Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Relokasi Nelayan 2005 Butuh Dana Rp 40 Miliar
Kamis, 09 Desember 2004 | 16:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Relokasi itu adalah memindahkan nelayan dari daerah yang sudah terlalu berlebihan pengeksploitasian sumber daya kelautannya ke daerah yang belum dioptimalkan.

Sasaran dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan ini adalah kelompok nelayan dengan skala kecil, terutama anak buah kapal yang memiliki atau tidak memiliki sarana penangkapan ikan tetapi memiliki kompetensi sebagai nelayan trampil.

Menurut Numberi, pemerintah akan melakukan pelaksanaannya secara bertahap, yakni dari daerah yang telah mengalami padat tangkap di Pantai Utara Jawa ke daerah yang masih potensial dan memiliki peluang pemanfaatan sumber daya ikan seperti di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Kalimanta Timur, Kalimantan Barat, dan Bengkulu.

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan bekerja sama dengan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk melaksanakan relokasi para melayan tersebut.

“Departemen Kelautan dan Perikanan bertanggung jawab memberikan bantuan kapal penangkapan ikan,” kata Numberi pada rapat koordinasi tentang Relokasi Nelayan Tingkat Nasional 2005 di Jakarta.

Selain memberikan bantuan kapal, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga akan memberikan pelatihan penggunaan teknologi penangkapan ikan, bantuan prumpon, menyiapkan pembangunan pangkalan pendaratan ikan, dan pengembangan budi daya ikan. Sedangkan untuk fasilitas gudang pendingin dan pabrik es, pemerintah akan mengajak investor untuk membangun.

Sementara itu, menurut Numberi, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bertanggung jawab membangun pemukiman nelayan dan memberikan jaminan hidup kepada nelayan selama satu tahun.

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat ini telah melakukan pendataan sebesar 500 kepala keluarga untuk direlokasi ke daerah-daerah yang masih potensial.

Pemerintah berharap, dengan relokasi ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, pemerataan dalam pemanfataan sumber daya kelautan dan perikanan, serta menjaga kelestarian ikan dan lingkungannya.

Asep Yogi Junaedi - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mataram Jadi Pusat Mutiara Internasional
Tangerang Minta Izin Bangun Pelabuhan Ikan Modern
Produksi Perikanan 2009 Ditargetkan 10 Juta Ton
Konsumsi Ikan Meningkat Dalam Tiga Tahun Terakhir
Embargo Produk Tuna Oleh Uni Eropa Telah Dibatalkan
Kerugian Akibat Pencurian Ikan US$ 1 Miliar
Nelayan Miskin Dapat Ditekan Hingga 15 Persen
Departemen Kelautan dan Perikanan Usulkan Peningkatan Dana
Barang Impor untuk Penelitian Bebas Bea Masuk
Impor Udang Dibatasi Hanya Sampai Desember
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data