Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

BBM Naik, Inflasi Akan Meningkat 0,02 Persen
Kamis, 09 Desember 2004 | 16:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyatakan bahwa setiap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berpotensi menaikkan inflasi sekitar 0,02 persen sampai 0,05 persen. “Ini berdasarkan hasil kajian BI,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR di Jakarta, Kamis (9/12) siang.

Menurut hasil kajian BI, pada putaran pertama yakni dalam waktu dekat setelah kenaikan harga BBM, inflasi akan meningkat sekitar 0,02 persen. Setelah itu, pada putaran kedua atau beberapa lama setelah kenaikan BBM, inflasi diperkirakan meningkat 0,036 persen.

Walaupun demikian, lanjut Burhan, besaran inflasi juga akan sangat dipengaruhi oleh seberapa efektif pengelolaan ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan BBM tersebut. Tingkat inflasi keseluruhan pada 2005 juga diperkirakan masih dalam target, yaitu pada rentang lima hingga tujuh persen.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono menyatakan BI akan menaikkan suku bunga apabila kenaikan harga BBM diringi dengan kenaikan inflasi inti (core inflation). "Kalau (inflasi) mengkhawatirkan, kami akan menaikkan suku bunga SBI.”

Hartadi menjelaskan, kenaikan inflasi dipastikan akan memicu kenaikan inflasi. "Cuma memang tidak signifikan," katanya.

Secara umum terdapat dua jenis inflasi yakni kenaikan harga Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merupakan headline inflation dan inflasi inti (core inflation). Kenaikan harga BBM merupakan faktor administered price atau kenaikan harga yang dipicu oleh kebijakan pemerintah.

Masalahnya, salah satu yang bisa memicu kenaikan inflasi inti itu adalah ekspektasi masyarakat akibat kenaikan harga BBM. Yang terjadi seringkali kenaikan BBM diikuti dengan kenaikan harga barang-barang dan jasa, termasuk yang tidak terkait langsung dengan kenaikan BBM.

Hartadi menganjurkan agar pemerintah menyalurkan sebagian dana untuk investasi infrastuktur. Sebab selama ini hal yang menaikkan inflasi IHK adalah ketidaklancaran distribusi barang dan bahan pokok. "Apabila distribusi lancar maka inflasi juga akan dapat ditekan," urainya. (amal ihsan)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Melemahnya Rupiah Akibat Jelang Akhir Tahun
BEJ Suspen Bank Global
BI Masih Intensif Mengawasi Bank Global
Musim Hujan Datang, Harga Sayur Pun Melambung Tinggi
Jelang kenaikan Harga BBM, Harga Sambako Di Solo Sudah Melonjak
BEJ Akan Panggil Bank Global
BI Akui Bank Global Sakit
PPATK dan BI Akan Segera Audit Bank
Bank Global Sudah Masuk Pengawasan Khusus BI
BPS: Inflasi November 0,09 Persen
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data