Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Dinilai Belum Sentuh Industri Agro Rakyat
Kamis, 09 Desember 2004 | 16:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dinilai belum memberikan kebijakan yang menekankan pada pemberdayaan industri agro rakyat.

"Kebijakan pemerintah belum menyentuh ke bawah, hanya awang-awang," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketahanan Pangan dan Agro Industri Nues Soediono di Jakarta, Kamis (9/12).

Menurut Nues, penanganan industri yang langsung bersentuhan pada rakyat seharusnya lebih diperhatikan pemerintah. Saat ini, banyak industri yang membutuhkan bantuan pemerintah dalam menjaga eksistensi dan perkembangannya.

Dia memberikan contoh, industri makanan rakyat membutuhkan penanganan guna meningkatkan mutu, kualitas, kesehatan, serta kemasannya. Selain itu, masalah distribusi juga masih menghambat industri yang kebanyakan bertempat di pedesaan ini.

"Kalau diperbaiki semua termasuk infrastruktur seperti jalan dan angkutan kan bisa membawa produk ini masuk ke supermarket," jelasnya.

Oleh karena itu penyuluhan dan pendampingan sangat diperlukan untuk membentuk jaringan industri rakyat yang jumlahnya sangat besar.

Nues berharap pemerintah tidak hanya menekankan industri besar dibidang agro. "Jangan hanya menekankan pada industri besar seperti CPO (minyak kelapa sawit)," ujarnya.

Namun, lanjutnya, bukan berarti industri seperti itu tidak diperhatikan. Yang diperlukan adalah prioritas penanganan industri yang langsung bersentuhan dengan rakyat.

Salah satu solusi, katanya, dilakukan pemberdayaan terhadap fasilitas pendidikan agro yang sudah ada seperti politeknik. Dari hal tersebut sebenarnya bisa keluar produk yang membantu industri kecil di pedesaan. (muhamad nafi)



Fototerkait
         
Petani dari daerah Jawa Barat bersama mahasiswa melakukan unjuk rasa menentang Rencana Undang-Undang Perkebunan (RUU Perkebunan) dengan melakukan longmarch dari Masjid Istiqlal di Bundaran HI, Jakarta, 8 Juni 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040608]. Petani dari daerah Jawa Barat bersama mahasiswa melakukan unjuk rasa menentang Rencana Undang-Undang Perkebunan (RUU Perkebunan) dengan melakukan longmarch dari Masjid Istiqlal di Bundaran HI, Jakarta, 8 Juni 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040608].
Unjuk Rasa Menentang RUU Perkebunan
Unjuk Rasa Menentang RUU Perkebunan

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bungaran: Indonesia Tidak Pernah Alami Krisis Pangan
Menteri Pertanian Tekankan Perlunya Kebijakan Proteksi
Izin Usaha 35 Perusahaan Perkebunan Terancam Dicabut
Bungaran: Kontribusi Sumber Daya Hayati Belum Signifikan
Petani Harapkan Perubahan UU Migas
Kekeringan di Wonogiri Semakin Parah
Sasaran Produksi Padi 2005 Sebesar 54,25 Juta Ton
Gunawan: Hanya Sepertiga Petani Nikmati Subsidi Pupuk
Separuh Lebih Lahan Pertanian Kritis
400 Massa Turun Jalan Peringati Hari Tani
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data