Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Libya Usulkan Penurunan Produksi Minyak
Kamis, 09 Desember 2004 | 13:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana untuk menurunkan produksi ini diajukan oleh Libya. Libya mengusulkan pengurangan produksi sebesar 1 juta barel per hari, tapi usulan itu belum tentu disetujui anggota OPEC lainnya.

Para menteri perminyakan anggota OPEC hari ini mulai berdatangan ke Kairo, Mesir untuk membahas rencana organisasi itu pada kuartal pertama tahun depan. OPEC akan mulai melakukan pertemuan pada Jumat (10/12).

Menteri Perminyakan Libya Fathi Hamed Ben Shatwan mengatakan, OPEC telah bekerja sangat keras ketika harga minyak melambung. “Sekarang anggota OPEC kembali harus bekerja dengan cara yang sama, ketika harga minyak mulai turun terus,” kata Shatwan.

Menurut dia, 11 anggota OPEC harus menurunkan produksinya kembali di bawah kuota. Anggota OPEC saat ini diperkirakan memproduksi 1-1,5 juta barel per hari di atas kuota.

Negara-negara pengekspor minyak ini pada November menggejot produksi sebanyak 9,5 juta barel per hari atau 700 ribu barel melebihi kuota. Total produksi organisasi tersebut saat ini mencapai 27 juta barel per hari.

Penurunan sebesar 1 juta barel per hari itu untuk saat ini cukup untuk meredam turunnya harga minyak. “Tapi selanjutnya, pada semester kedua tahun depan, bisa saja lebih,” katanya.

Namun, Presiden OPEC Purnomo Yusgiantoro menegaskan, OPEC akan menunda rencana untuk menurunkan produksi sampai gambaran tentang ketersediaan dan permintaan minyak pada kuartal I/2005 sudah lebih jelas.

“OPEC akan melakukannya (menurunkan produksi), tapi kami akan melihat situasinya dulu pada kuartal pertama nanti,” kata Purnomo, yang juga Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia, sebelum meninggalkan Jakarta menuju Kairo. “Menurut saya, lebih baik menunggu dulu, karena musim dingin masih berlangsung.”

OPEC yang memasok 40 persen minyak di dunia, selama beberapa bulan terakhir terpaksa menggenjot produksinya sampai melebihi kapasitas produksi untuk menyeimbangkan harga minyak yang meroket. Harga minyak pada Oktober sempat meroket hingga US$ 55,67 per barel, tertinggi sepanjang sejarah di bursa komoditas berjangka New York atau New York Mercantile Exchange.

Harga minyak membumbung tinggi akibat tingginya permintaan di dunia, kekhawatiran dirusaknya fasilitas pabrik pengilangan minyak di Irak, Nigeria, dan Rusia. Badai Ivan yang melanda Mexico, juga berpengaruh terhadap melambungnya harga minyak dunia tersebut.

Sementara itu, harga minyak pada awal pembukaan perdagangan Rabu (8/12) naik. Mnyak mentah ringan untuk kontrak pengiriman Januari naik 48 persen menjadi US$ 41,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan di London, minyak Brent juga naik US$ 42 sen menjadi US$ 38,69 per barel.

AFP/AP/Grace S. Gandhi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Terus Kaji Kenaikan BBM
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Indonesia Hadapi Empat Tantangan Dalam Pembangunan Sektor Energi
Harga Minyak di Pasar Asia Merangkak Naik
Harga Minyak di Asia Terus Turun
Harga BBM Bisa Naik 30 Persen
Pemerintah Naikan Harga Minyak Dalam Negeri Setelah 100 Hari Kerja
Presiden Isyaratkan Tidak Akan Naikkan Harga BBM
OPEC Imbau Anggota Optimalkan Produksi
Saat ini, Harga BBM Dimungkinkan Naik
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data