Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Bulog: Tak Perlu Impor Beras
Selasa, 07 Desember 2004 | 04:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perum Bulog menganggap pemerintah tidak perlu lagi mengimpor beras tahun depan. Pasalnya produksi beras dalam negeri telah mencukupi kebutuhan nasional.

"Tahun depan tidak ada program pengadaan (beras) dari luar negeri," kata Direktur Perum Bulog Widjanarko Puspojo di Jakarta, Senin (6/11).

Widjanarko menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah produksi padi nasional pada tahun ini sebesar 53 juta ton lebih gabah kering giling (GKG) atau setara dengan sekitar 34 juta ton beras. Setelah dikurangi penyusutan paling tinggi sekitar 20 persen atau 6,8 juta ton maka jumlah produksi beras menjadi 27,2 juta ton.

Jika diasumsikan penduduk Indonesia sebesar 216 juta jiwa kebutuhan beras nasional mencapai 28 juta ton beras. Dengan tingkat penyusutan kurang dari 20 persen maka kebutuhan beras nasional tersebut sudah tercukupi. "Ini sudah bisa diartikan kita sudah swasembada beras," ujar Widjanarko.

Namun, kata Dirut Bulog ini, kemungkinan impor beras tetap ada kalau terjadi keadaan darurat. Dia mencontohkan jika badai Elnino menerpa Indonesia. Pada saat itu kemungkinan produksi beras nasional akan turun. "Tapi itu juga sulit dilakukan," katanya.

Ia beralasan, jika elnino menerpa Indonesia, maka negara pengekspor beras seperti Thailand dan Vietnam juga akan terkena. "Jadi ini tidak gampang," katanya.

Dengan kondisi saat ini, Widjanarko memprediksikan produksi beras tahun depan bisa kembali dipertahankan sehingga kebutuhan beras nasional bisa tersedia dari produksi dalam negeri.

Banjir yang melanda beberapa sentra produksi padi, kata dia, tidak berpengaruh signifikan terhadap pasokan beras. "Nggak seberapa banjir itu. Ribuan hektare itu nggak seberapa," katanya.

Melihat hal ini maka Widjanarko menegaskan Bulog tidak ada rencana mengajukan impor beras. Sebab kewajiban pengadaan beras sebagai penyedia stok beras nasional bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri. Untuk tahun depan diperkirakan Bulog akan melakukan pengadaan beras sebanyak 2,2 juta ton. "Ini semua dari dalam negeri. Tidak ada yang dari luar negeri," jelasnya.

Data Bulog menyebutkan dalam enam tahun terakhir pengadaan kebutuhan beras nasional, perbandingan beras asal luar negeri (impor) dengan dalam negeri terus mengalami penurunan. Pada 1999 stok beras Bulog dari dalam negeri sebesar 2,4 juta ton sedang beras impor mencapai 1,5 juta ton. Sedang pada 2003 beras dalam negeri sejumlah 2 juta ton dan luar negeri sekitar 550 ribu ton. Dan pada tahun ini tidak ada beras yang diimpor oleh Bulog.

Namun, untuk bisa melakukan pengadaan 2,2 juta ton beras pada tahun depan, Bulog berharap bisa mendapat bantuan alokasi dana sebesar Rp 3,3 triliun. Menurut Widjanarko, saat ini yang disetujui baru Rp 1 triliun dana dari APBN tersebut. "Itu untuk pengadaan beras sekitar 350 ribu ton," kata Widjanarko. (muchamad nafi)

Fototerkait
     
Pekerja tidur di atas tumpukan karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 29 Juli 2004.  [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040729].
Pasar Induk Beras Cipinang

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Dasar Gabah Kembali Digodok
Bulog Minta Kembali Beli Beras Untuk PNS
Swasembada Beras Masih Labil
Bulog Tidak Jadi Beli Suba Indah
Bulog Kembali Akan Ekspor Beras
Hamid Awaluddin : Beddu Amang Akan Diperiksa Tim Medis Khusus
Tahun Ini Indonesia Swasembada Beras
Stok Beras 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono Aman
Bulog akan Ekspor 50 Ribu Ton Beras
Bulog Lakukan Sidak ke Pasar
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
PP RI No.61 Thn. 2003 Tentang Perubahan Atas PP No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data