Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pemerintah Persiapkan Pelepasan 20 Persen Saham di Permata
Senin, 06 Desember 2004 | 19:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penjualan ini merupakan lanjutan dari penjualan 51 persen saham pemerintah di Bank Permata. Standard Chartered Bank Plc.-Astra Interational Tbk. beberapa waktu lalu baru saja membeli 51 persen saham Bank Permata dalam tender yang dilaksanakan PPA.

Konsorsium ini memberikan harga penawaran tertinggi, yaitu sebesar Rp 704 per saham atau 2,73 kali dari nilai buku Bank Permata per Juni 2004 atau setara 3,18 kali dari nilai buku per Desember 2003. Total dana yang akan diterima pemerintah sebesar Rp 2,77 triliun.

Jusuf berjanji, proses divestasi ini akan memenuhi asas-asas good governance, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PPA Raden Pardede sebelumnya mengatakan, konsorsium StanChart-Astra paling berminat untuk membeli kembali 20 persen saham pemerintah di Bank Permata. Namun, PPA masih membuka kesempatan kepada penawar lain.

“Makin banyak penawar makin bagus,” kata Raden. Selain itu, PPA juga menginginkan adanya persaingan. “Kalau ada persaingan, mudah-mudahan harga bisa naik kan?”

Dia berharap, harga 20 persen saham Permata bisa di atas harga jual 51 persen saham yang telah selesai dilepas. “Kalau tidak bisa, ya minimal segitu (sama dengan harga 51 persen saham yang dilepas),” kata Raden.

Asep Yogi Junaedi/Erwin Daryanto - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah dan Bank Dunia Negosiasi Soal Pinjaman
Pemerintah Akan Keliling Dunia, Jelaskan Soal Ekonomi Indonesia
Pemerintah Tetap Akan Pertimbangkan Risiko Bank yang Biayai Infrastruktur
Realisasi Defisit APBN Perubahan Rp 24,9 Triliun
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Jepang Kucurkan Pinjaman 27,5 Miliar Yen
Pemerintah Minta Departemen Segara Serahkan Dana Non-budgeter
Pemerintah Paksa Badan Tiga Orang Direksi Karaha Bodas
Kapolri: Kelompok Lama, Pelaku Pemboman Poso
Faisal Basri: Pemerintah Belum Berikan Tax Amnesti
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data