Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

DPR Desak Pemerintah Bentuk Atase Ketenagakerjaan
Senin, 06 Desember 2004 | 18:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah segera membentuk atase ketenagakerjaan di beberapa negara tempat bekerja para TKI.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat jajaran Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan DPR di Senayan, Jakarta (3/12).

Rapat tersebut sebenarnya masih merupakan rangkaian pertanyaan lesan anggota Komisi IX pada tanggal 25 November 2004.

Menurut Mirrian Sjofjan Arief, anggota Komisi IX dari Partai Demokrat, atase ketenagakerjaan sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan para TKI di bandingkan dengan atase perdagangan yang selama ini tidak efektif.

"Masa negara tidak mampu membayar atase ketenagakerjaan, padahal mereka (para TKI) telah memberikan sumbangsih devisa yang cukup besar ke APBN" kata Mirrian.

Pemerintah, lanjutnya, tidak serius dalam menangani permasalahan TKI di Indonesia. Terbukti pengkajian secara khusus tentang akar permasalahan TKI ilegal belum pernah dilakukan.

Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris menjelaskan pembentukan atase ini tergantung dari kemampuan negara atas persetujuan Menteri Keuangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Fahmi sendiri menuding ada tiga pihak yang menyebabkan adanya TKI ilegal. Pertama, masyarakat yang tidak memahami prosedur. Kedua, pihak pemerintah, yakni keterbatasan penyuluhan dan penyimpangan pembuatan dokumen. Ketiga, pihak PJTKI (Perusahaan Jasa TKI) yang melakukan seleksi tidak benar dan berusaha menghindari kewajiban.

Di samping itu majikan atau perusahaan pengguna di luar negeri lebih menghendaki TKI illegal. Harapan mereka mudah diintimidasi, dibayar lebih murah, dieksploitasi dan juga menghindari pajak.
asep yogi junaedi

Fototerkait
     
Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama Ibunda Nirmala Bonat, Martha Toni (kanan), di kediamannya Kebagusan, Jakarta, 26 Mei 2004. . [TEMPO/Tommy Satria; K21A/246/2004; 20040607].
Megawati Soekarnoputri dan ibunda Nirmala Bonat

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tenggat Amnesti Lewat, Arus Pulang TKI Tetap Banyak
Putus Komunikasi, Keluarga Minta Hariani Dipulangkan
TKI yang Mendapat Amnesti Tuntut Ongkos Pulang
Malaysia dan Indonesia Tunda Penandatangan Kesepakatan Soal TKI
Ketua Pengurus Port Klang: TKI Tidak Bisa Diatur
Ratusan TKI Terkatung-Katung di Port Klang, Malaysia
Belasan Ribu TKI Masuk Propinsi Kepri
TKI Ilegal Asal NTB Masih 200 Ribuan Lagi
Kepulangan TKI ilegal, Masih Jauh dari Target
Orang Tua Herlina Berdemonstrasi
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan, Pengangguran Terus Bertambah
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data