|
Ekonomi
Sugiharto: Pergantian Direksi Indosat dan Garuda Selesai Dalam 100 Hari
Jum'at, 03 Desember 2004 | 20:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut dia, pemerintah akan melakukan proses seleksi dari awal lagi pergantian direksi Garuda. “Saya pikir, karena saya menteri baru, seleksi calon direksi akan dimulai lagi dari awal,” kata Sugiharto kepada wartawan.
Pemerintah, kata Sugiharto, akan melakukan penyegaran dalam struktur direksi Garuda. “Paradigma lama Garuda harus diubah,” katanya. Nantinya, pemerintah akan mengambil calon direksi Garuda yang baru internal Garuda.
Seperti diketahui, isu pergantian direktur utama Garuda sebenarnya sudah merebak sejak tahun lalu, pada masa Kementerian BUMN masih di pegang oleh Laksamana Sukardi. Beberapa nama yang sempat mencuat akan menggantikan posisi Indra Setiawan yang saat ini masih menjabar sebagai direktur utama, antara lain Samudra Sukardi (adik kandung Laksamana), Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk. Arwin Rasjid, dan Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Emirsyah Satar.
Pemerintah seharusnya sudah harus mengganti direksi Garuda per Juni 2003, namun sampai saat ini belum juga diganti. Dalam rapat umum pemegang saham Garuda pada Juli 2003, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa jabatan direksi Garuda, karena pemerintah belum melakukan uji kelayakan dan kepatutan.
Laksamana sebenarnya telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada beberapa nama calon direktur utama Garuda tersebut. Bahkan, ada tiga nama yang sudah sampai ke meja Sugiharto.
Berkaitan dengan posisi direktur utama Indosat, Sugiharto menjelaskan, sampai dengan saat ini dirinya belum mengantongi satu nama pun calon pengganti Widya Purnama. Namun, dia mengaku akan mengumpulkan putra-putra terbaik bangsa, yang akan diajak untuk menjadi pengabdi masyarakat.
Widya Purnama sampai sekarang masih memegang dua jabatan di dua perusahaan negara, yakni sebagai direktur utama Indosat dan direktur utama PT Pertamina (persero).
Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Indosat pada September lalu, rapat memutuskan untuk tetap mempertahankan Widya sebagai direktur utama. Rapat juga memutuskan, tugas dan fungsi direktur utama akan diambil alih untuk sementara dialihkan ke Wakil Direktur Utama Ng Engho.
Erwin Dariyanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|