Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

“Negosiasi Exxon Harus Dilakukan pada Level Sama”
Jum'at, 03 Desember 2004 | 18:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Selain itu, dalam negosiasi itu masalah kompensasi juga harus disesuaikan dengan harga minyak di pasar internasional saat ini. Menurut dia, negosiasi antara Pertamina dan ExxonMobil selama ini terhambat bukan saja karena masalah kompensasi, tapi juga ada masalah hokum dan komersial.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Negara BUMN Sugiharto menandaskan bahwa Pertamina akan memulai kembali proses negosiasi perpanjangan kontrak ExxonMobil di blok minyak dan gas Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur.

Meskipun demikian, menurut dia, sampai saat ini pemerintah belum bisa memastikan akan memperpanjang kontrak atau tidak. Sugiharto hanya mengatakan, pemerintah akan melihat sejauh mana perpanjangan kontrak tersebut bisa memberikan keuntungan yang lebih baik bagi negara.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengungkapkan, pemerintah telah memutuskan agar Pertamina berunding kembali dengan ExxonMobil.

Keputusan ini diambil pemerintah setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Presiden Amerika Serikat George W. Bush, di sela-sela pertemuan forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Santiago, Cile beberapa waktu lalu. “Pertamina harus segera memulai pmbicaraan,” kata Aburizal, kepada Tempo akhir November lalu.

Pertamina telah melayangkan surat ke ExxonMobil pada 26 Agustus yang menolak memperpanjang kontrak bantuan teknis (technical assistance contract) ExxonMobil di blok Cepu. Kontrak Exxon baru akan berakhir pada 2010.

ExxonMobil sendiri ingin memperpanjang kontraknya, setelah menemukan cadangan minyak dalam jumlah besar di Cepu. Namun, Pertamina menolak memperpanjang kontrak tersebut. Alasan penolakan itu berkaitan dengan masalah bagi hasil, kompensasi, dan keinginan ExxonMobil menjadi operator di blok tersebut.

Pertamina berniat mengelola sendiri blok Cepu setelah 2010 atau jika perlu menggandeng mitra lainnya. Tapi Pertamina tidak melarang jika ExxonMobil hendak mengajukan penawaran setelah 2010.

Muhamad Fasabeni - Tempo





INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Minyak Tanah Hilang di Pandeglang
Pergantian Komisaris Pertamina Belum Dibahas
Pertamina akan Lanjutkan Negosiasi dengan ExxonMobil
Harga Elpiji Diproyeksikan Rp 4.000 Per Kilo
Harga Elpiji Akan Naik
KPK: Temuan Dirjen Pajak Bisa Jadi Jalan Masuk Adanya Tindak Pidana
“Temuan Dirjen Pajak Bisa Jadi Bukti Tambahan”
Sikap Cemex Terhadap Indonesia Mulai Melunak
Surat Peringatan Kedua untuk Dirut Pertamina Bakal Menyusul
Kurtubi: Perusahaan Lain Di bawah Pertamina Dibubarkan Saja
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data