Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pemerintah Bahas Kenaikan Harga BBM dan Revisi RAPBN 2005
Jum'at, 03 Desember 2004 | 15:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan membahas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan revisi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2005 dalam sidang kabinet terbatas bidang perekonomian, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/12) siang. Pertemuan ini adalah untuk membahas kapan harga BBM dinaikkan dan struktur harga BBM nantinya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah akan mempertimbangkan berbagai sisi sebelum mengelurkan keputusan menaikkan harga BBM. "Kita lagi bicarakan. Pemerintah lagi mempertimbangkan semua sisi," kata dia, usai salat Jumat di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Dia belum bisa memastikan, apakah kenaikan tersebut dilakukan sekaligus atau bertahap. Karena, keputusan penting itu harus dipertimbangkan matang. Jusuf juga memastikan, pemerintah akan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul bila harga BBM dinaikkan. Kenaikan harga BBM, kata dia, nilainya tidak akan sebesar bila pemerintah terus memberikan subsidi.

Seperti diketahui, awal pekan ini, Jusuf menyatakan, setiap bulannya pemerintah harus merogoh kocek Rp 10 triliun tiap bulan untuk subsidi harga BBM. Hingga akhir tahun ini diperkirakan total subsidi mencapai Rp 75
triliun. Bila harga minyak di pasar internasional tidak turun -saat ini berada di level US$ 50 per barel--, tahun depan diperkirakan nilai subsidi mencapai Rp 100 triliun.

Karena itu, pemerintah tidak punya pilihan lain selain menaikkan harga BBM. Dengan tidak menaikkan harga minyak tanah, Wakil Presiden memperkirakan kenaikan harga BBM mencapai 40 persen. Sedangkan waktunya diperkirakan awal tahun depan. Sedangkan Menko Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie menyatakan, kenaikan harga BBM akan diberlakukan bersamaan dengan dimulainya musim panen raya padi. Tujuannya, untuk menakan meningkatnya inflasi.

Yura Syahrul - Tempo


Fototerkait
     
Calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Demokrat, M. Jusuf Kalla, tampak di layar monitor dalam acara dialog (debat) pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]
M. Jusuf Kalla

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Departemen Pertambangan Siapkan Opsi Kenaikan BBM
Wapres Buka Sidang Tanwir Muhammadyah
Sahal Mahfudz: Jangan ada Faksionalisasi di Tubuh NU
Pemerintah Naikkan BBM Setelah Panen Raya
Wapres Akan Kunjungi Korban Kecelakaan Pesawat
Jusuf Kalla: Harga BBM Akan Naik 40 Persen
Bappenas Godok Konsep Konversi Subsidi BBM
Wapres: Subsidi BBM Dicabut Tahun Depan
Defisit APBN 2005 Diperbesar Jadi 1 Persen
Realisasi Defisit APBN Perubahan Rp 24,9 Triliun
> selengkapnya...


Referensi

Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Website

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
Sekretariat Jenderal DPR RI


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data