|
Ekspor Pasir Laut
Mari Pangestu Setuju Pelarangan Ekspor Pasir Laut ke Singapura
Jum'at, 03 Desember 2004 | 14:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perdagangan Mari Pangestu setuju dengan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi untuk tetap melarang ekspor pasir laut ke Singapura. Persetujuan Mari didasarkan pada posisi Numberi sebagai ketua tim Pengendali dan Pengawas Pengusahaan Pasir Laut (P4L). "Saya sesuai saja dengan ketua tim, karena memerlukan tim untuk menjawab," kata Mari dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI Jakarta, Kamis (2/12) malam.
Seperti telah diberitakan, Freddy Numberi dengan tegas menolak membuka kembali ekspor pasir laut. Karena masih ada persoalan tata niaga dengan Singapura dan Malaysia yang belum selesai dibicarakan. Dalam kesempatan tersebut Mari juga membantah adanya anggapan yang menyatakan pemerintah akan mencabut larangan itu. "Saya tidak tahu indikasi itu dari mana," kata Mari.
Namun demikian, Mari tidak bersedia menyatakan dengan tegas apakah dirinya menolak atau menerima larangan ekspor tersebut. Ia beralasan, tim yang mempunyai hak menentukan apakah ekspor pasir laut tersebut dibuka kembali atau tidak.
Pihaknya tidak bisa memberikan kata putus sendirian. Sebab, sudah ada tim yang berwenang menentukan. "Yang mungkin saya akan katakan kita akan mengkaji atau membahas tetapi tidak mungkin saya mengatakan akan membuka larangan ekspor karena itu bukan wewenang saya," jelasnya.
Mari juga mengatakan, seandainya anggota dewan mempunyai sikap tertentu seperti tetap menolak larangan ekspor, Departemen Perdagangan akan membawa ini sebagai rekomendasi ke dalam tim P4L. "Anggota DPR silakan boleh memberi rekomendasi, kalau sudah bulat bahwa untuk tidak membuka ekspor pasir laut," kata Mari.
Anggota Komisi VI, Idealisman Dachi, meminta Menteri Perdagangan seharusnya tegas mengambil sikap, apakah akan membuka ekspor pasir laut atau tidak. Menurutnya, permasalahan ini sebagai sesuatu yang sensitif. Selain itu, lanjutnya, dilaksanakan ekspor tidak memberikan keuntungan bagi Indonesia secara ekonomi.
"Penjualan pasir saat ini tidak ada untungnya termasuk secara ekonomi apalagi secara pertahanan," katanya. Ia berasalan, pengerukan pasir laut dari Indonesia akan digunakan dalam pembuatan pelabuhan untuk pendaratan pesawat-pesawat Amerika di Singapura.
Muhamad Nafi-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|