Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Amerika Serikat Desak Indonesia Percepat Divestasi Bank Pemerintah
Kamis, 02 Desember 2004 | 23:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut Quarles, salah satu persyaratan penting pinjaman luar negeri yang diberikan Amerika Serikat adalah reformasi sektor keuangan yang salah satu poinnya adalah dikuranginya peranan dan campur tangan pemerintah terhadap sektor keuangan. Karena itu, jelas kepemilikan negara terhadap bank-bank harus dikurangi.

Divestasi bank-bank pemerintah akan meningkatkan efisiensi pada bank, yang pada akhirnya akan membawa efisiensi dan stabilitas kepada sistem finansial. “Stabilitas finansial sistem ini juga merupakan salah satu persyaratan penting penciptaan iklim investasi yang baik,” katanya.

Pengalaman di Amerika Serikat sendiri selama era1990-an dan beberapa negara berkembang lain yang mengalami krisis perbankan dan sistem finansial membuktikan bahwa kepemilikan pemerintah terhadap bank-bank nasional memiliki implikasi negative dan menyebabkan terjadinya distorsi terhadap sektor keuangan. Isu-isu efisiensi dan tata kelola yang baik akan selalu menjadi masalah, bila pemerintah masih tetap mempertahankan kepemilikan yang luas terhadap bank-bank nasional.

Pemerintah Amerika Serikat, kata Quarles, menaruh perhatian besar terhadap efektivitas pengawasan bank yang dilakukan Bank Indonesia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga perlu menaruh perhatian terhadap masalah korupsi, karena korupsi ini menjadi penghambat masuknya investasi.

Hal penting lainnya yang menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat adalah masalah kejahatan pencucian uang. Walaupun langkah maju sudah dilakukan pemerintah dengan mensahkan Undang-undang Pencucian Uang dan membentuk lembaga yang berwenang, pemerintah Amerika Serikat menilai, Indonesia belum melakukan upaya yang cukup untuk menciptakan rezim antipencucian uang.

Indonesia juga belum melakukan upaya yang cukup untuk memerangi kejahatan pencucian uang yang terkait dengan terorisme. “Kami senang dengan komitmen yang ditunjukkan pemerintah baru, tetapi beberapa permintaan yang menyangkut upaya memerangi kejahatan antipencucian uang yang terkait dengan terorisme, tidak dilakukan pemerintah,” katanya.

Hal lain yang mengkhawatirkan, menurut Quarles, adalah masalah-masalah yang dialami perusahaan-perusahaan Amerika di Indonesia seperti Newmont dan Karaha Bodas Company. Hal-hal seperti ini tidak berperan baik dalam upaya penciptaan iklim investasi di Indonesia, karena investor asing membutuhkan jaminan kepastian adanya perlakuan yang sama di Indonesia.

Menurut dia, kesan yang ada akibat kasus-kasus ini adalah tidak adanya kepastian jaminan berinvestasi di Indonesia.

Karena itu, pemerintah Indonesia harus segera mencari jalan keluar terhadap masalah ini. Penyelesaian yang baik terhadap masalah Newmont dan Karaha akan menunjukkan sampai sejauh mana komitmen pemerintah terhadap upaya penciptaan iklim investasi yang kondusif.

Dia mengaku, telah bertemu dengan menteri-menteri kabinet pemerintah untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi tentang masalah-masalah tersebut.

Amal Ihsan - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penjualan Sisindosat Belum Rampung
Business Plan Lebih Diutamakan dalam Tender Permata
BNI Segera Road Show Setelah Divestasi Disetujui DPR
PT Timah Tidak Akan Bayar Pajak
Bank Panin Tegaskan Minatnya Terhadap Divestasi Bank Permata
Astra Siap Beli 71 Persen Permata
Pemprov Kaltim Tuding Menteri ESDM Mengacaukan Divestasi
Pemda Kaltim Tuding Menteri ESDM Bertanggung Jawab Soal KPC
Perusda Kaltim Gugat KPC dan Bupati Kutai Timur
Komisaris Minta Permata Dijual Melalui Pasar Modal


Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik
Harga Elpiji Naik Karena Intervensi Pemerintah
Stoner Dihantui Cedera Lama

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data