Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Departemen Pertambangan Siapkan Opsi Kenaikan BBM
Kamis, 02 Desember 2004 | 21:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Opsi lainnya, kecuali premium, minyak solar, diesel, dan minyak bakar mengalami kenaikan harga. Pilihan lainnya, pemerintah hanya menaikkan minyak solar. Sedangkan minyak tanah tetap. Opsi terakhir adalah menaikkan minyak tanah dan minyak solar dengan harga pasar.

”Opsi-opsi ini disiapkan dalam sidang kabinet nanti yang akan membahas masalah BBM,” kata Purnomo dalam rapat dengan anggota Komisi Pertambangan DPR.

Namun, kata Purnomo, opsi yang disiapkan ini keputusannya akan tergantung pada pemerintah dan merupakan keputusan politik. Dengan memberikan opsi itu, kementeriannya ingin mendapatkan masukan. Sedangkan untuk kenaikan BBM belum bisa dipastikan.

Purnomo menambahkan, harga minyak solar dan minyak tanah kemungkinan besar tidak dinaikkan karena jenis BBM ini banyak dipakai rakyat kecil. “Harga minyak solar dan minyak tanah lebih sensitif karena volume konsumsinya paling besar diantara lainnya,” katanya.

Volume konsumsi minyak solar mencapai 25 juta kilo liter per tahun dan minyak tanah sebesar 12,5 juta kilo liter per tahun.

Selain menyiapkan opsi-opsi itu, Departemen Pertambangan juga telah menyiapkan prediksi dampak kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah tahun depan, dengan menggunakan tiga asumsi harga minyak dunia di pasar internasional, yaitu sebesar US$ 24 per barel, US$ 35 per barel, dan US$ 39 per barel. Dari asumsi harga minyak tersebut disebutkan bahwa nilai subsidi yang akan ditangung pemerintah semakin besar jika harga minyak semakin tinggi.

Muhamad Fasabeni - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Naikkan BBM Setelah Panen Raya
Jusuf Kalla: Harga BBM Akan Naik 40 Persen
Dirjen Migas: Perlu Insentif Fiskal untuk Investor Migas
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Menteri-menteri Ekonomi Halal Bi Halal
Indonesia Hadapi Empat Tantangan Dalam Pembangunan Sektor Energi
Harga Elpiji Akan Naik
Kabinet Indonesia Bersatu Belum Putuskan Nasib AAF
Pemerintah Jajaki Kerja Sama Energi Dengan Sejumlah Negara
Pemerintah Akui Belum Mencukupi Air Bersih di Daerah Tertinggal
> selengkapnya...


Website

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data