|
Ekonomi
Astra Segera Lunasi Utang Obligasi Senilai US$ 125 Juta
Kamis, 02 Desember 2004 | 19:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:”Mudah-mudahan akhir tahun Astra dapat membayar langsung utang obligasi seri III senilai US$ 125 juta,” kata Budi Setiadharma, Direktur Utama Astra International, di sela-sela acara wisudawan sebuah universitas swasta di Jakarta.
Seperti diketahui, semester kedua tahun ini, Astra telah melakukan percepatan pembayaran utang dan pembiayaan kembali sebagian utangnya. Astra melunasi utang obligasi seri II sekitar US$122 juta yang dilunasi dengan dana internal perusahaan. Pelunasan dijadwalkan pada 30 September lalu. Sedangkan untuk sisa utang obligasi seri III sekitar US$125 juta, Astra akan melakukan pembiayaan kembali dengan meminjam utang baru untuk pelunasannya.
Direktur Keuangan Astra John Slack sebelumnya (Koran Tempo, 24/9) mengatakan, Astra akan melakukan pembiayaan kembali dengan utang baru untuk pelunasan obligasi seri III. Astra akan memperoleh dana (dari utang baru) ini akhir Desember 2004, yang sebagian akan langsung digunakan untuk melunasi utang obligasi ketiga.
Slack mengatakan, langkah pembiayaan kembali ini ditempuh manajemen untuk mengurangi tingkat beban bunga yang selama ini ditanggung oleh perusahaan. Dengan fasilitas pinjaman yang berlaku hingga tiga tahun mendatang, perusahaan hanya akan membayar bunga pinjaman sekitar 250 basis poin (2,5 persen) di atas Singaporean Inter-Bank Offered Rate (SIBOR), tingkat suku bunga pinjaman antar bank di Singapura.
Sampai dengan kuartal III/2004, Astra berhasil meraih laba bersih Rp 3,99 triliun atau mengalami kenaikan 7,9 persen dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 3,7 triliun.
Laba yang diperoleh Astra ini didukung peningkatan pendapatan bersih senilai 31,5 persen menjadi Rp 31,36 triliun pada dari pendapatan bersih tahun lalu sebesar Rp 3,86 triliun. Kenaikan pendapatan ini sebagian disumbang divisi otomotif, jasa keuangan, dan alat berat.
Astra tahun depan mentargetkan pertumbuhan pendapatan 10 persen. Menurut Slack, peningkatan pertumbuhan pendapatan itu sebagian besar diperkirakan akan disumbang dari peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor.
Peningkatan penjualan kendaraan itu dimungkinkan karena penjualan total kendaraan di Indonesia tahun depan diperkirakan akan meningkat, seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Astra memperkirakan, penjualan mobil akan tumbuh sebesar 10 persen dan penjualan sepeda motor akan naik sebesar 25 persen.
Yuliawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|