Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Anggota DPR Nilai BI Lambat Tangani Kasus Bank Global
Kamis, 02 Desember 2004 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:BI seharusnya sudah mengetahui bank yang berpotensi mengalami kesulitan liquiditas sejak awal. Padahal, ada sekitar lima bank yang mempunyai potensi kesulitan liquiditas sejak tahun lalu. Data bank ini tidak jauh berbeda dengan yang dimiliki direktorat pengawasan yang ada di BI.

“Langkah BI sebenarnya sudah tepat tapi telat karena terlanjur muncul ke publik,” kata Drajad di gedung DPR/MPR Jakarta.

Dradjat mengatakan, BI harus segera menjelaskan kepada masyarakat secara terbuka mengenai kondisi Bank Global, karena pernyataan BI ini diharapkan bisa menenangkan masyarakat.

Terlambatnya penanganan itu, menurut dia, terkait pertimbangan BI atas dampaknya. BI khawatir akan terjadi kepanikan di masyarakat bila ada masalah di sebuah bank. Selain itu, biaya liquidasi dinilai cukup besar. Penutupan Bank Dagang Bali misalnya, menelan biaya sebesar Rp 4 triliun. BI juga mempertimbangkan soal menjaga kepercayaan terhadap perbankan. “Kekhawatiran seperti ini yang membuat BI terlihat maju mundur,” katanya.

Dalam kasus Bank Global, Dradjat menegaskan, penyelesaian secara teknis sudah tidak layak dilakukan lagi. Penyelesaian teknik itu antara lain memerintahkan bank untuk menambah modal serta menyesuaikan berbagai persoalan yang menimpa bank tersebut. “Masalah teknis ini sudah tidak layak lagi dilakukan BI, karena nanti akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap BI,” katanya.

Menurut dia, hingga saat ini masih ada kemungkinan bank-bank kecil lainnya yang akan mengalami kesulitan seperti halnya Bank Global. Karena itu, BI harus tegas mengawasi bank-bank kecil ini. Selama BI tidak tegas sebagai otoritas, kepercayaan masyarakat terhadap apa yang disampaikan BI nanti bisa jauh lebih merosot.

DPR rencananya akan memanggil otoritas perbankan ini pada Rabu (8/12) pekan depan. Dalam rapat itu, kata Drajad, BI akan diminta untuk memperbaiki pengawasan perbankan, terutama soal ketegasan tersebut. Kasus Bank Global pun akan dia pertanyakan dalam rapat nanti, terutama sejak kapan BI mengetahui kasus ini.

Yandi MR - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR : Saham Semen Gresik di Cemex Harus Dibeli Kembali
DPR Akan Pertanyakan Kasus Adrian Ke Kapolri
Gus Yus Sudah Dimakamkan
DPR Berduka, Gus Yus Pergi
DPR RI Setuju Uji Coba TPST Bojong Diteruskan
Didik: Kekhawatiran Pemerintah Soal RUU Batam Tidak Beralasan
Anggota DPR Persoalkan Rencana Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan
Koalisi Pendidikan Usulkan Agenda Pendidikan Nasional
Gus Dur Menolak Terlibat Jauh Kasus Ruislag SMPN 56
Surat Interplasi Dalam kasus Munir
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD

Website

Sekretariat Jenderal DPR RI
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data