Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

DPR : Saham Semen Gresik di Cemex Harus Dibeli Kembali
Kamis, 02 Desember 2004 | 17:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan angggota Dewan Perwakilan Rakyat meminta Pemerintah melakukan pembelian kembali saham Semen Gresik yang sebelumnya pernah dibeli oleh Cemex Asia Ltd.

Permintaan ini di dasarkan atas kenyataan bahwa dua dari tiga pabrik semen yang ada di Indonesia saat ini sudah dikuasai asing. "Sembilan puluh persen pabrik semen kita sudah dikuasai asing," kata Ana Mu\'awanah anggota komisi XI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa pada acara Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Sugiharto hari ini Kamis (2/12) di Jakarta.

Program seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu yang ingin meningkatkan pembangunan infrastruktur, menurut Ana salah satunya akan memerlukan semen. "Jika asing menguasai pabrik semen, bisa jadi harga semen akan tinggi. dan jika itu terjadi, biaya proyek akan membengkak,"katanya

Senada dengan Ana, Daniel Budi Setiawan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menyatakan kebutuhan semen di dalam negeri saat ini sedang meningkat. Contohnya program peningkatan infrastruktur, yang antara lain; pembangunan jalan tol, pembangunan pelabuhan laut, dan lain sebagainya pasti membutuhkan banyak semen. "Belum lagi program satu juta rumah sangat sederhana kabinet SBY, yang tentunya akan membutuhkan banyak semen,"katanya.

Penguasaan asing di perusahaan semen dalam negeri, menurut Daniel, akan berakibat tidak baik. Karena, jika harga semen di luar negeri lebih baik daripada di dalam negeri, maka dipastikan akan terjadi ekspor semen dalam jumlah yang besar. "Akibatnya akan terjadi kelangkaan semen di dalam negeri,"ujarnya.

Soal kemungkinan //buy back// Menteri Sugiharto, tidak memberikan jawaban yang pasti. Menurut Sugiharto, saat ini pemerintah terus melakukan kajian yang komprehensif tentang masalah Cemex. "Kami akan melihat prospektif ke depan, dan berusaha menjadikan tahun depan sebagai tahun percepatan infrastruktur,"kata Sugiharto usai Rapat Dengar Pendapat itu.

Mengenai penyelesaian kasus sengketa pemerintah dengan Cemex, Sugiharto yakin bisa menyelesaikan kasus ini dalam seratus hari pertama masa jabatanya. Pemerintah bisa meyakinkan Cemex sehingga bisa mengupayakan penyelesaian kasus tersebut di luar jalur pengadilan. "Statusnya //Out Of Court Setlement//," katanya.

Erwin Dariyanto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Mixed
DPR Akan Pertanyakan Kasus Adrian Ke Kapolri
Gus Yus Sudah Dimakamkan
DPR Berduka, Gus Yus Pergi
Analis Sarankan Hold atau Ambil Untung untuk Blue Chips
DPR RI Setuju Uji Coba TPST Bojong Diteruskan
Indeks Cenderung Terkoreksi
Didik: Kekhawatiran Pemerintah Soal RUU Batam Tidak Beralasan
Anggota DPR Persoalkan Rencana Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan
Rekor Baru IHSG BEJ, 965,216
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Sekretariat Jenderal DPR RI
Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data