|
Sulit Bagi Perusahaan Nasional Bersaing Di Industri Otomotif
Kamis, 02 Desember 2004 | 17:12 WIB
TEMPO Interaktif, JakartaPerusahaan nasional akan mengalami kesulitan untuk bermain dalam pasar industri otomotif. Persaingan global industri otomotif sudah sangat tinggi. Sedangkan daya saing nasional, kompetensi dan modal yang dimiliki tidak cukup untuk mengembankan industri ini secara profesional. Kesulitan itu disampaikan oleh Budi Setiadharma, Presiden Direktur Astra International dalam pidato wisuda Universitas Prasetya Mulya, di Jakarta, Kamis (2/12). Ia menegaskan bahwa "Sulit bagi industri nasional menembus persaingan industri otomotif yang global."
Agar berkembang dan bersaing baik, lanjutnya, perusahaan nasional membutuhkan modal nyang besar, kemapuan riset, dan penguasaan teknologi. Selain itu membutuhkan dukungan kebijakan politis dari pemerintah.
Namun, semakin terbukanya pasar global, yang membuka penanaman modal asing seluas-luasnya, sangat kecil kemungkinan industri otomotif nasional dapat bersaing. "Dengan adanya kebijakan perusahaan asing bisa menanamkan modalnya dengan penguasaan sampai 99,99 persen, rasanya hampir mustahil bagi perusahaan nasional terjun di bisnis ini, kecuali Indonesia menjadi negara yang tertutup,"katanya
Menurutnya, peluang berperan dalam industri otomotif adalah sebagai mitra lokal. Untuk menjadi mitra lokal strategis, tutur Budi diperlukan kemampuan negosiasi yang tangguh agar Indonesia sebagai basis produksi dari produk tertentu.
Namun, saat ini sebagai pemberi suplai (supplier) sulit menjadi pemberi suplai yang terbaik. Menurutnya, biasanya mitra usaha patungan memiliki hubungan bisnis dengan principal dan mereka menginginkan kepemilikan mayoritas. "Sehingga sulit bagi kita mengontrol biaya dan SDM nya,"katanya.
Yuliawati--- Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|