|
Ekbis
Bank Global Sudah Masuk Pengawasan Khusus BI
Kamis, 02 Desember 2004 | 08:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bank Global Internasional tbk sudah termasuk bank dalam pengawasan khusus Bank Indonesia atau Special Surveillance Unit (SSU). "Dalam rapat dewan gubernur, Bank Global sudah termasuk SSU," kata Kepala Biro Komunikasi BI, Rizal A. Djaafara saat dihubungi Tempo, Kamis (2/12) pagi.
Namun Rizal menolak menjawab alasan masuknya bank Global dalam pengawasan khusus. Ia juga tidak menjawab kondisi status terakhir bank Global sesuai hasil pemeriksaan BI. "Saya belum dapat konfirmasi dari pengawasan di bawah Pak Anton (Direktur Pengawasan Bank I BI, Anton Sabar Torihoran)," kata dia. "Saya hanya membaca dari koran".
Seperti diberitakan, pejabat bank sentral yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasio kecukupan modal Bank Global menurun drastis sehingga dimasukkan ke dalam pengawasan intensif. Informasi lainnya menyebutkan Rapat Dewan Gubernur BI pada awal November telah memutuskan Unit Investigasi BI sudah saatnya masuk ke bank ini.
Akibatnya nasabah bank Global resah dan berusaha mencairkan dana mereka. Namun nasabah produk reksadana Prudence, deposito serta tabungan bank ini kesulitan mencairkannya meski sudah ada yang jatuh tempo. Dalam kasus reksadana, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) juga akan melakukan pemeriksaan dan meminta penjelasan kepada manajemen.
Namun, informasi ini dibantah manajemen bank Global. Direktur Utama bank Global, Irawan Salim mengatakan rasio kecukupan modal bank tidak mungkin turun drastis dari 44,8 persen menjadi di bawah 8 persen dalam waktu beberapa bulan. Menanggapi keresahan nasabah, manajemen berniat menjelaskannya kepada publik dengan menggelar konferensi pers. Namun, acara itu gagal karena jajaran direksi tidak hadir.
Bank Global hanya menginformasikan mengenai rencana aksi korporasi dengan menerbitkan saham senilai Rp 500 miliar dan obligasi Rp 400 miliar. Dalam siaran persnya, Presiden Direktur Bank Irawan mengatakan tujuan rencana perusahaan ini adalah meningkatkan modal bank dan mengubah sumber pendanaan jangka pendek menjadi jangka menengah dan panjang.
Yandi MR - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|