Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pemerintah dan Bank Dunia Negosiasi Soal Pinjaman
Rabu, 01 Desember 2004 | 21:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut Menteri Keuangan, pengucuran pinjaman cepat itu untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2004 yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 26,3 triliun atau 1,3 persen dari produk domestik bruto (PDB). “Pemerintah sedang mengusahakan beberapa pos untuk menambal APBN dan salah satunya dari pinjaman ini,” katanya.

Ketika didesak soal negosiasi dan persyaratan dari negara-negara donor, Jusuf tidak mau menyebutkannya. Yang jelas, dia optimistis, dana pinjaman itu sudah akan cair dalam waktu dekat ini. “Minggu-minggu ini kita perkirakan sudah ada realisasinya,” katanya.

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Dradjad H. Wibowo sebelumnya mengatakan, Bank Dunia dan ADB sudah menyiapkan dana pinjaman sebesar US$ 725 juta (sekitar Rp 6,5 triliun) hingga Desember 2004, bila pemerintah memenuhi persyaratan kebijakan yang disepakati. “Yang paling utama adalah divestasi kepemilikan saham mayoritas pemerintah pada 15 badan usaha milik negara non-bank,” katanya.

Bahkan, Bank Dunia tengah mempertimbangkan untuk memproses pencairan pinjaman cepat senilai US$ 300 juta.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indrawati sebelumnya juga mengakui, lembaga dan negara donor memang menghendaki adanya persyaratan kebijakan dalam pengucuran utang untuk pinjaman program.

Namun, persyaratan itu adalah adanya konsistensi kerangka kerja makro atau skema kerja kebijakan makro yang sifatnya sangat spesifik.

Amal Ihsan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Akan Keliling Dunia, Jelaskan Soal Ekonomi Indonesia
Pemerintah Tetap Akan Pertimbangkan Risiko Bank yang Biayai Infrastruktur
Realisasi Defisit APBN Perubahan Rp 24,9 Triliun
Subsidi BBM Sampai November Rp 46 Triliun
Jepang Kucurkan Pinjaman 27,5 Miliar Yen
Pemerintah Minta Departemen Segara Serahkan Dana Non-budgeter
Bappenas Tingkatkan Daya Serap Utang Luar Negeri
Pemerintah Paksa Badan Tiga Orang Direksi Karaha Bodas
Kapolri: Kelompok Lama, Pelaku Pemboman Poso
Faisal Basri: Pemerintah Belum Berikan Tax Amnesti
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
> selengkapnya...

Website

Moody's Investors Service
Standard & Poor's
Departemen Keuangan
International Monetary Fund
Asian Development Bank


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data