Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Ekspor dan Impor Bulan Oktober Meningkat
Rabu, 01 Desember 2004 | 21:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2004 mencapai US$ 7,27 miliar atau 1,62 persen lebih tinggi dibanding ekspor bulan lalu yang mencapai US$ 7,15 miliar.

Secara kumulatif, ekspor Januari-Oktober 2004 mencapai US$ 58,5 milar atau naik 15,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2003.

Ketua Badan Pusat Statistik Choiril Maksum mengatakan, peningkatan ekspor ini disebabkan meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 3,13 persen yaitu dari US$ 5,68 miliar menjadi US$ 5,86 miliar. Namun, ekspor migas turun sebesar 4,27 persen, yakni dari US$ 1,47 miliar menjadi US$ 1,40 miliar.

Penurunan ekspor migas Oktober ini, kata Choiril, karena turunnya ekspor minyak mentah sebesar 12,84 persen dan hasil minyak mentah sebesar 13,05 persen. Ekspor minyak mentah turun dari US$ 609 juta menjadi US$ 530,8 juta. Sedangkan hasil minyak mentah turun dari US$ 186,2 juta menjadi US$ 161,9 juta.

Untuk ekspor non-migas, peningkatan terbesar terjadi pada ekspor golongan barang perabot dan penerangan rumah sebesar US$ 103,4 juta. Komoditi lainnya yang juga mengalami peningkatan ekspor adalah bahan kimia organik sebesar US$ 59,2 juta, plastik dan barang dari plastik US$ 21,2 juta, kertas/karton sebesar US$ 1 juta, dan pakaian jadi bukan rajutan sebesar US$ 8,7 juta.

Ekspor nonmigas Indonesia terbesar ke Jepang, yakni senilai US$ 889,2 juta. Disusul Amerika Serikat US$ 835,7 juta, Singapura US$ 580 juta, dan Cina US$ 372,7 juta. “Peranan keempat negara ini mencapai hampir 50 persen dari total ekspor pada Oktober ini,” kata Choiril.

Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Oktober juga mengalami peningkatan sebesar 21,2 persen menjadi US$ 4,32 miliar dari impor bulan lalu yang mencapai US$ 4,23 miliar.

Secara kumulatif, impor Januari-Oktober 2004 mencapai US$ 37,8 milar atau naik 40,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 26,87 miliar.

Choiril mengatakan, peningkatan impor ini disebabkan meningkatnya impor nonmigas sebesar 5,75 persen, yaitu dari US$ 3,09 miliar menjadi US$ 3,26 miliar. Sedangkan impor migas turun sebesar 7,74 persen, yakni dari US$ 1,1 miliar menjadi US$ 1,05 miliar.

Dari golongan barang impor utama nonmigas yang mengalami peningkatan adalah golongan mesin dan pesawat mekanik yang meningkat sebesar 9,71 persen menjadi US$ 51,3 juta. Yang lainnya adalah golongan besi dan baja yang meningkat menjadi US$ 25,7 juta (11 persen), ampas/sisa industri makanan US$ 16,4 juta (20,95 persen) dan plastik dan barang dari plastik US$ 11,6 juta (8,28 persen).

Impor barang konsumsi selama Januari-Oktober 2004 juga meningkat 34,97 persen, impor bahan baku/bahan penolong naik sebesar 41,7 persen, dan impor barang modal masing-masing meningkat 41,7 persen.

Selama Oktober, impor nonmigas dari Jepang menempati posisi pertama dengan nilai US$ 569 juta. Cina menempati posisi kedua dengan US$ 319 juta. Disusul Amerika Serikat US$ 256 juta, Singapura US$ 241 juta, Korea Selatan US$ 181 juta, Australia US$ 178 juta, dan Jerman US$ 149 juta.

Amal Ihsan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ekspor ke Chile Tergantung Harga
Angkut Hasil Laut Pantai Selatan Jawa Dengan Pesawat
Ekspor Tembus US$ 7 Miliar
Tahun Ini Indonesia Swasembada Beras
Ekspor Non-Migas Mencapai Rekor
Menko Ekuin Minta Birokrasi Pelabuhan Dipangkas
Arus Pengiriman Barang Indonesia Meningkat
Larangan Ekspor Kayu Gergajian Tak Pengaruhi Perolehan Devisa
Presiden Membuka Pameran Produk Ekspor
Bulog akan Ekspor 50 Ribu Ton Beras
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data