Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

KPI: Televisi Harus Tentukan Klasifikasi Jam Tayang
Selasa, 30 November 2004 | 22:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Penyiaran Indonesia menilai media elektronik masih saja memperdebatkan ketetapan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh disiarkan dalam siaran walaupun telah tercantum dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3/SPS).

Menurut anggota KPI Ade Armando, P3/SPS ini mencakup mayoritas isu yang ada di masyarakat. Setelah masa uji coba selama 3 bulan dari bulan September sampai dengan November, saat ini masih ada juga stasiun televisi yang belum mentaati peraturan tersebut.

Masyarakat sebagai pemantau penyiaran televisi memberikan respon yang luar biasa kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Kita tahu setiap televisi punya pelanggaran yang cukup banyak” kata Ade.

Televisi cenderung bersikap reaktif terhadap pemberitahuan tentang P3/SPS ini. Maka dalam hal ini KPI harus lebih serius lagi menanggapi dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran.

Masalahnya, kata dia, televisi belum menerapkan klasifikasi siaran yaitu “Remaja”, “Anak-anak”, “Dewasa”, dan “Semua Umur” sesuai aturan yang berlaku.

Ade memberikan contoh, program dengan klasifikasi dewasa mendapat jam tayang dari jam 22.00 hingga 03.00 dini hari. Namun, ada stasiun televisi yang menayangkan cara dengan klasifikasi tersebut sebelum jam 22.00

Pertemuan yang berlangsung antara KPI dan stasiun televisi kemarin (29/11) menyatakan bahwa televisi swasta bersedia menjalankan P3/SPS. Tetapi tidak semua isi pedoman bisa dijalankan dengan segera. “Pasti ada skala prioritasnya” tambah Ade. Skala prioritas tersebut adalah klasifikasi program siaran, program yang berbau seks dan yang berbau mistis.

Televisi juga bersedia diberi sanksi mulai 1 Desember 2004 kalau ada pelanggaran. Sanksi ini berupa mulai dari teguran sampai pencabutan ijin siaran. nofi triana firman

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SCTV Keberatan Surat Teguran Komisi Penyiaran
Pemerintah Terlantarkan KPI Pusat dan KPI Daerah
Anggota KPID Riau Belum Terbentuk
Megawati Tegaskan Komitmen Atas Kebebasan Pers
MK Kabulkan Sebagian Permohonan Uji Materil UU Penyiaran
7 Anggota KPI Sumut dilantik
KPI: Tak Ada Pelanggaran di Hari Pertama Kampanye
Koalisi Media Layangkan Somasi Etik
KPI Jadi Alamat Baru Penyampaian Pelanggaran Pemilu
Anggota KPI Sumatera Selatan Dilantik
> selengkapnya...


Website

Koalisi Media untuk Pemilu
Centre for Electoral Reform
Komisi Pemilihan Umum


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data