Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Kepala BKPM Usulkan BKPM Langsung di Bawah Presiden
Senin, 29 November 2004 | 21:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Theo F. Toemion mengusulkan agar BKPM langsung di bawah koordinasi presiden, karena untuk meningkatkan investasi menyangkut banyak permasalahaan yang sifatnya lintas sektoral.

Menurut dia, usaha untuk menggenjot investasi seperti masa sebelum krisis tidak hanya menyangkut bidang perekonomian semata, tapi menyangkut bidang keamanan, penegakkan hukum, dan sosial. “Saya kira paling ideal langsung di bawah presiden,“ kata Theo di Jakarta.

Keberada BKPM yang langsung di bawah presiden akan lebih memudahkan koordinasi dari tiap-tiap sektor. Selama ini banyak permasalahaan muncul akibat kurangnya sinergi antara satu sektor dengan sektor lain.

Bahkan dalam kasus tertentu, justru menimbulkan hambatan terhadap peningkatan iklim investasi. Peraturan-peraturan daerah yang kerap memperpanjang jalur birokrasi misalnya, ini menimbulkan dampak buruk bagi kalangan investor. Akibatnya, minat investasi jadi berkurang karena biaya ekonomi yang dikeluarkan makin besar.

Karena itu, langkah penyatuan persepsi dan kesadaran mengenai investasi perlu segera dilaksanakan. “Untuk menuju ke sana, tidak hanya membutuhkan koordinasi di tingkat menteri di departemen teknis saja tetapi juga sampai ke tingkat menteri coordinator,” katanya.

Meskipun demikian, menurut Theo, kedudukan Kepala BKPM tidak perlu harus setingkat menteri. Yang penting, BKPM bisa bergerak lebih leluasa dalam menggerakan pertumbuhan investasi.

Ketika dimintai pendapatnya tentang opini yang berkembang bahwa sebaiknya BKPM seharusnya ditiadakan atau dilebur menjadi satu dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional, Theo menegaskan, untuk saat ini merupakan langkah yang tidak tepat karena Indonesia sedang membutuhkan masuknya investasi yang besar. Dengan masuknya investasi akan membantu membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Selain itu, DPR juga menyatakan dukungannya atas keberlangsungan lembaga yang dipimpinnya itu.

Sementara itu, dalam rapat kerja antara BKPM dengan Komisi Penanaman Modal DPR, anggota dewan meminta pemerintah memperjelas dan memperkuat status dan kedudukan BKPM. Permintan anggota dewan ini berkaitan dengan kinerja BKPM yang dinilai sering terlihat sangat lemah, khususnya dalam koordinasi pelaksanaan investasi.

Dalam kesimpulan rapat, Komisi Penanaman Modal DPR memberikan contoh soal lemahnya koordinasi itu antaara lain disebabkan adanya aturan beberapa departemen dengan peraturan daerah yang sering tidak sinkron.

“Ini menyebabkan tidak terkoordinasinya masalah pelayanan dan perizinan, sehingga memperpanjang rentang prosedur pelayanan dan perizinan investasi,“ kata Wakil Ketua Komisi Penanman Modal DPR Ade Komarudin.

Akibatnya, lanjut dia, investor tidak senang dan akhirnya tidak mau menanamkan modalnya di dalam negeri.

Muchamad Nafi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BKPM Usul Perubahan Daftar Negatif Investasi
Pemerintah Segera Ajukan RUU Investasi ke DPR
Pemerintah Godok Rencana Pembangunan Jalan Tol 1.500 Kilometer Di Jawa-Bali
Inggris Berharap Peraturan Penghambat Investasi Direvisi
Bank Indonesia Minta Otoritas Bursa Genjot Investor Lokal
AS Minta Indonesia Perbaiki Iklim Investasi
SBY Incar Miliaran Dolar dari APEC
Indo Farma Akan Up Grade Pabrik 2005
Industri Farmasi Lebih Diminati Investor Asing
Tagihan Macet Bank BUMN Bakal Dihapus
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
UU RI No. 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas ) Tahun 2000-2004
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

DPRD Siantar BerhentikanWali Kota dan Wakilnya
Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data