Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Harus Cari Sumber Lain untuk Biayai Proyek Infrastruktur
Senin, 29 November 2004 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah harus mencari sumber lain untuk membiayai pembangunan berbagai proyek infrastruktur dalam lima tahun mendatang.

Investasi proyek infrastruktur bersifat jangka panjang sehingga pemerintah bisa menggalang dana melalui pasar modal atau dana pensiun.

Ketua LPEM-UI, Mohamad Ikhsan menjelaskan perbankan hanya berperan sebagai pemberi dana talangan kepada swasta. "Harusnya bukan dari bank, tapi itu dari dana-dana jangka panjang," kata dia di sela acara seminar Prospek Ekonomi dan Politik Indonesia 2005 di Hotel Hilton, Jakarta, Senin (29/11).

Pembiayaan infrastruktur membutuhkan waktu yang lama. Perbankan, lanjutnya, hanya memberikan dana talangan sebagai modal awal. Setelah proyek jadi dan pasar yakin proyek itu kredibel, swasta bisa mengeluarkan obligasi. "Sumber uang tetap bank, sementara yang melaksanakan swasta. Jadi yang menjamin adalah swasta," kata dia.

Ikhsan mengatakan kreditor bisa mengucurkan dana untuk proyek infrastruktur dan pemerintah tidak perlu memberikan jaminan kredit, asal proyek itu mempunyai aturan kontrak yang jelas. "Jadi sejak awal kontraknya harus bener," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana membangun infrastruktur dalam lima tahun seperti jalan tol sepanjang 1.500 kilometer, bandar udara, pembangkit listrik, fasilitas air minum, jalur kereta api dan perumahan. Pemerintah mengharapkan perbankan bersama lembaga keuangan lain bisa membiayai proyek yang sifatnya jangka menengah.

Direktur Bank Negara Indonesia (BNI), Sigit Pramono menjelaskan setiap bank mempunyai manajemen portofolio kredit tersendiri. Perbankan tidak akan mengucurkan kredit hanya pada satu sektor seperti infrastruktur. "Kalau semua kewajiban ini dibebankan kepada bank komersial itu tidak mungkin," kata dia.

Jadi, tambahnya, tidak semua kredit harus disalurkan dalam infrastruktur karena ada batasan portofolio. "Kalau bank yang tidak bergerak di sektor ini kemungkinan dipaksa-paksa juga tidak akan mau," kata dia.

Pihak bank, lanjut dia, akan menyalurkan kreditnya kalau imbal baliknya cukup besar dengan resiko yang terukur.

Ia mencontohkan untuk pembiayaan pembangunan jalan tol, kreditor akan mengukur beberapa variabel, seperti jumlah kepadatan lalu lintas serta tarif tol. Sejauhmana, lanjut dia, kedua variabel ini bisa membukukan keuntungan (visible).

BNI mengucurkan kredit hingga September ini sekitar Rp 4 triliun untuk membiayai infrastruktur hingga September seperti jalan, tenaga listrik, telekomunikasi dan industri.

Pembiayaan infrastruktur bersama industri tergolong dalam kredit korporasi berjumlah sekitar 41 persen dari total kredit yang ada. Hingga akhir September ini, BNI telah menyalurkan kredit Rp 51,2 triliun. (yandi mr)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Blokir Akses ke Proyek Pasar Keputran
Pedagang Pasar Tanah Abang Kecewa Pada Presiden
Presiden Resmikan Lumbung Energi Nasional
Indo Farma Akan Up Grade Pabrik 2005
Pembangunan Gedung DPRD Banten Dihentikan Gubernur
PT Komatsu Akan Membangun Pabrik
Astra Agro Targetkan Pertumbuhan CPO 15 Persen
Jalur Industri Lintas Utara Karawang-Bekasi-Priok Mulai Dibangun
Surat Utang Pemerintah Untuk Tanggulangi Kemiskinan
Pembongkaran Peninggalan Sejarah HB VII Gagal.
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 79 Thn.2003 Tentang Pembangunan Jembatan Surabaya - Madura
Kepres RI No. 34 Thn.2003 Tentang Kebijakan Nasional Di bidang Pertanahan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Serena Williams dan Angka Enam
Sambut Menteri, Mahasiswa Seni Denpasar Demo
Dinas Kesehatan Bekasi Hanya Periksa 1.974 Calon Haji
Kuota Haji Kota Bekasi Sesuai Keputusan Gubernur
OPEC Diperkirakan Akan Kurangi Produksi

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data