Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

BI Pastikan Penjualan Indover Selesai Akhir Tahun Ini
Sabtu, 27 November 2004 | 02:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) memastikan, proses penjualan anak perusahaannya, NV Indover Bank akan selesai pada akhir tahun ini.

Menurut rencana, BI dan calon investor akan menandatangani perjanjian penjualan saham atau shares purchase agreement (SPA) akhir tahun ini.

Direktur Pengelolaan Moneter BI Budi Mulya mengatakan, calon investor itu merupakan perusahaan terbuka yang bergerak di bidang keuangan dan perbankan yang tercatat di London dan Hong Kong.

Menurut dia, investor itu memberikan penawaran tertinggi dibandingkan dengan 35 investor lainnya yang telah menyatakan minat sebelumnya. “Apa yang diajukan diantara para penawar, investor ini yang terbaik,” kata Budi, yang juga merupakan penanggung jawab divestasi Bank Indover.

Namun, Budi tidak menyebutkan harga penawaran yang diajukan investor ataupun target dana yang akan diperoleh dari penjualan 100 persen saham BI di anak perusahaannya itu. BI telah menunjuk PricewaterhouseCoopers (PwC) sebagai penasehat keuangan proses divestasi ini.

Budi juga menolak menyebutkan nama calon investor tersebut. Dia mengatakan, calon investor tidak menghendaki penyebutan nama itu. BI dan calon investor itu sudah sepakat untuk tidak membeberkan nama serta harga penawaran Indover, setelah proses uji kelayakan dan kepatutan selesai. Uji kelayakan dan kepatutan ini akan dilakukan setelah penandatangan SPA.

Budi menambahkan, proses uji kelayakan dan kepatutan calon investor akan dilakukan di Belanda dan Hong Kong. Indover mempunyai kantor di Amsterdam dan Hong Kong, sehingga mengikuti ketentuan bank sentral yang bersangkutan, uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan di kedua kota tersebut.

Dia belum bisa memastikan proses selesainya uji kelayakan dan kepatutan di dua negara itu. “Tugas tim divestasi adalah menyelesaikan perjanjian sampai penandatanganan penjualan,” katanya.

Berkaitan dengan persyaratan calon investor yang akan membeli Indover, BI telah menetapkan kriteria syarat antara lain investor harus memperhatikan dan mempertahankan kepentingan bank yang diambil alih. Namun, yang paling penting investor bisa lulus uji kelayakan dan kepatutan dari regulator setempat.

Setelah pembelian, perwakilan Indover di Indonesia juga otomatis menjadi milik investor baru, karena BI sudah menyerahkan sepenuhnya kepemilikan sahamnya.

Budi juga mengingatkan, proses divestasi ini perlu dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, karena dalam penandatangan SPA, kedua belah pihak bersinggungan dengan aspek finansial, legal, serta komersial. “Jadi harus hati-hati. Jangan sampai tidak pas atau tidak seimbang,” katanya.

Seperti diketahui, BI mempunyai empat anak perusahaan untuk mendukung kegiatan BI. Namun, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, BI harus menjual anak perusahaannya itu. BI sudah melikuidasi satu anak perusahaannya tahun lalu, yakni PT Bina Usaha Indonesia (BUI). BI saat ini tinggal memiliki PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), serta Indover.

Undang-Undang Bank Indonesia itu menyebutkan, dalam tempo dua tahun sejak berlakunya undang-undang tersebut, bank sentral harus segera melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di empat anak perusahaan hingga akhir 2001. Namun, hingga tenggat berakhir, Bi belum berhasil juga merampungkan proses penjualan.

Karena itu, BI meminta perpanjangan waktu hingga 17 Mei 2002. Pertimbangannya, kondisi perekonomian saat itu belum memungkinkan untuk mendapatkan harga penjualan terbaik guna meminimalkan kerugian negara.

Kenyataannya, hingga saat ini proses pelepasan saham itu belum juga bisa diselesaikan sepenuhnya. Gubernur BI Burhanuddin Abdullah beberapa waktu lalu menjanjikan, divestasi saham Indover rampung akhir tahun ini.

Yandi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI Perkirakan Kurs Tetap Rp 9.000 Pada 2005
BI Luncurkan Uang Baru Pecahan Rp 20 Ribu dan Rp 100 Ribu
BI Tak Akan Longgarkan BMPK untuk Penuhi Kebutuhan Dolar Pertamina
Bank Indonesia Minta Otoritas Bursa Genjot Investor Lokal
BI: Penerbitan Obligasi Internasional US$ 1,5 Miliar Cukup Realistis
BI: 34 Bank Siap Terapkan Manajemen Risiko
BI Terapkan Batasan CAR 12 Persen Pada 2010
BI: Perlu Kerja Keras untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi
BI Akan Secara Optimal Menyerap Ekses Likuiditas
Menjelang Lebaran, Transfer Uang Buruh Migran Naik 550 Persen
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data