|
Ekonomi dan Bisnis
Fastfood Targetkan Penjualan 2005 Tumbuh 15 Persen
Jum'at, 26 November 2004 | 18:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Fastfood Indonesia Tbk, pemegang hak franchise Kentucky Fried Chicken, memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahun depan sekitar 15 persen dengan proyeksi omset sebesar Rp 1,05 trilliun.
Untuk meningkatkan kinerja penjualan, perseroan pada tahun tersebut akan mengembangkan restoran dengan mumbuka 15 -20 cabang baru.
"Tahun depan, kami memproyeksikan pertumbuhan penjualan 15 persen dengan mengembangkan outlet-outlet baru," ujar Justinus D. Juwono, Direktur Fastfood, dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (26/11).
Selain membuka outlet baru, perseroan juga akan
merenovasi 20-30 toko dari 211 outlet yang dimiliki.
Untuk pengembangan itu, perusahaan membutuhkan belanja modal sekitar Rp 60-70 miliar. Tiap pembangunan outlet baru memakan dana Rp 2-2,5 miliar.
Sampai dengan akhir tahun 2004, perseroan menargetkan dibangunnya 220 outlet. Sampai dengan September, jumlah restoran telah bertambah 12 outlet disbanding periode yang sama tahun 2003 berjumlah 199 outlet.
Sampai dengan September 2004 perusahaan membukukan laba bersih Rp 27,4 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2003 sebesar 28,7 persen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penjualan menurun pada tahun 2004, diantaranya flu burung mulai Februari 2004, bom kuningan pada September 2004 serta masa-masa pemilihan umum yang membuat warga mengurangi aktivitas.
Namun, target laba bersih akhir 2004 sebesar Rp 40 miliar, menurut Juwono akan tercapai. "Target laba bersih optimis tercapai, dengan adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada masa lebaran, natal dan tahun baru,"ujarnya.
Sampai dengan tahun 2004, target penjualan sebesar Rp 914 miliar. Jumlah ini ditargetkan meningkat 14,9 persen dibandingkan tahun 2003 yang tercapai sebesar Rp 795,3 miliar.
Sampai dengan September 2004 pertumbuhan penjualan sebesar Rp 638,3 miliar atau naik 12,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2003 sebesar Rp 567,4 miliar. (yuliawati)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|