|
Bursa
Lippo Karawaci Akan Terbitkan Penawaran UmumTerbatas
Jum'at, 26 November 2004 | 14:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Lippo Karawaci Tbk. akan melakukan penawaran umum terbatas (right issue kedua melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) sebanyak 881.905.813 saham baru. Perseroan menawarkan, rasio 100 saham lama mendapatkan 43 saham baru, dengan harga pelaksanaan yang telah ditentukan sebesar Rp 1.050 per saham.
Lippo juga merencanakan memberikan 529,14 juta waran seri I kepada para pemegang saham atau pun investor yang membeli HMETD ini. Harga pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 1.750 per saham dengan waktu pelaksanaan 30 Mei 2005 sampai dengan 30 November 2007. Perseroan menawarkan rasio lima saham mendapat tiga waran.
Menurut Presiden Direktur Lippo Karawaci Vivien G. Sitiabudi, dana hasil penawaran umum terbatas ini akan digunakan untuk pengembangan investasi. Sekitar 70 persen untuk pengembangan proyek sentra komersial di Medan, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. “Sekitar 30 persen lagi untuk modal kerja perseroan,” kata Vivien dalam paparan publiknya.
Meskipun demikian, rencana penawaran umum terbatas kedua ini masih menunggu persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2004. PT Ciptadana Sekuritas akan bertindak selaku standby buyer, bila terdapat sisa saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.050.
Lippo memkirakan, kapitalisasi pasar setelah penerbitan saham baru akan meningkat menjadi Rp 4,8 trilliun dari Rp 3,8 trilliun sebelum penerbitan. Lippo Karawaci menguasai 41 persen kapitalisasi lima besar perusahaaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Juli 2004 Lippo Karawaci melaksanakan penggabungan usaha (merger) dengan tujuh perusahaan lainnya yang bergerak di bidang perhotelan, rumah sakit, dan properti.
Perusahaan-perusahaan Grup Lippo itu adalah PT Lippo Karawaci Tbk., PT Lippoland Development Tbk., PT Siloam Health Care Tbk., PT Aryaduta Hotel Tbk., PT Kartika Abadi Sejahtera, PT Sumber Waluyo, PT Anangggadipa Berkat Mulia, dan PT Metropolitan Tatanugraha. Setelah penggabungan, aset Lippo menjadi sebesar Rp 5,3 trilliun.
Kepemilikan Lippo Karawaci dimiliki oleh kelompok Grup Lippo sebesar 34,95 persen, CP Inlansimobilien 11,10 persen, dan masyarakat 53,95 persen.
Sampai dengan September 2004, Lippo Karawaci membukukan pendapatan senilai Rp 1,1 trillin atau meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 882,6 miliar. Sedangkan laba bersih sampai September 2004 mencapai Rp 187,8 miliar atau meningkat 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 130,8 miliar.
Yuliawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|