|
Ekonomi
Pemerintah Khawatirkan Kelancaran Distribusi Pangan Selama Musim Hujan
Jum'at, 26 November 2004 | 14:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertanian Anton Aprianto mengkhawatirkan kelancaran distribusi pangan pada awal 2005, karena pada Januari dan Februari ada kemungkinan curah hujan akan makin tinggi. “Kalau hujan lebat kan transportasi terhambat,” kata Anton.
Menurut dia, beberapa daerah sentral produksi pagi yang rawan banjir adalah daerah Banten, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah. “Ada beberapa daerah yang mengkhawatirkan, terutama Jawa,” katanya.
Untuk mengansipasi hal ini, kementeriannya telah membentuk tim yang akan meninjau secara khusus daerah-daerah mana yang sekiranya mendapat permasalahan besar dalam pendistribusian tersebut. Dia sendiri juga akan meninjau secara langsung beberapa daerah tersebut.
Dia mengaku, memang ada kekhawatiran yang cukup besar pada Januari nanti akan terjadi kekurangan pasokan beras. Apalagi, adanya penundaan masa tanam hingga satu bulan seperti beberapa waktu lalu, sehingga berakibat pada mundurnya panen di awal tahun.
“Memang ada yang khawatir, tapi dihitung di atas kertas, persediaan beras pada Januari masih cukup,” katanya.
Sedangkan untuk pasokan pangan sampai akhir tahun ini, Anton mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Dari data yang ada di Departemen Pertanian, persediaan beras menyambut Natal dan Tahun Baru mencukupi. Demikian juga dengan beberapa komoditi lainnya seperti gula.
Impor beras
Berkaitan dengan rencana impor beras tahun depan, Anton mengatakan, jika memang akan melakukan impor sebaiknya dilakukan sebelum panen raya. Panen raya ini diperkirakan akan jatuh pada Maret 2005.
Selama panen raya belum dimulai dan stok beras berkurang, Departemen Pertanian akan merekomendasikan impor beras. Namun, dia akan mengkoordinasikan impor beras itu dengan pihak terkait seperti Bulog dan Departemen Perdagangan. “Saya pikir impor tidak terlalu sulit, bisa dilakukan cepat. Asalkan dilaksanakan satu bulan sebelumnya (panen raya).”
Ketika didesak apakah Indonesia setiap tahun memang harus impor beras, dia mengatakan, “Mau apa lagi kalau memang stok di dalam negeri sudah habis?”
Muchamad Nafi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|