|
Ekonomi
Jepang Kucurkan Pinjaman 27,5 Miliar Yen
Jum'at, 26 November 2004 | 13:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Jepang, melalui Japan Bank for International Corporation (JBIC), memberikan pinjaman sebesar 27,5 miliar yen (sekitar US$ 200 juta) untuk proyek kelistrikan.
Direktur Jenderal Keuangan Internasional JBIC Kazunori Nishida dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Mulia Nasution hari ini menandatangani pinjaman tersebut di Departemen Keuangan, Jakarta.
Menteri Keuangan Yusuf Anwar dalam sambutannya mengatakan, pinjaman itu akan dipakai untuk merehabilitasi dan memelihara alat-alat dalam proyek listrik dan gas. “Ini merupakan pinjaman sebagai tindak lanjut dari pembicaraan dengan pemerintah Jepang sebelumnya," kata Yusuf.
Nishida menambahkan, perjanjian pinjaman berupa kredit ekspor ini terutama akan dipakai untuk mengganti peralatan dalam proyek listrik yang sudah usang. Proyek pertama yang diteken awal bulan depan akan dimulai untuk proyek listrik di Cirebon, Banten.
Dalam kesempatan yang sama, Mulia mengatakan, pinjaman ini merupakan subsidi dari pemerintah yang akan diteruskan untuk PT PLN (persero). PLN akan bekerja sama dengan perusahaan swasta membangun proyek listrik. Namun, pinjaman ini belum dialokasikan untuk proyek mana saja serta waktu pelaksanaannya.
Proyek dari pinjaman ini akan dimulai untuk tahun anggaran 2005. “Proyek listrik merupakan kebutuhan sangat mendesak, sehingga menjadi prioritas,” katanya.
Menurut dia, ini baru perjanjian payungnya, sehingga untuk perencanaan proyeknya perlu pembicaraan lebih lanjut. Selain itu, persetujuan untuk setiap proyek harus mendapat persetujuan dari Menteri Koordinator Perekonomian.
Pinjaman ini merupakan kredit yang memakai bunga komersial. Untuk setiap proyek akan ditentukan berapa kali pengembaliannya sesuai yang ditetapkan oleh JBIC. Untuk proyek yang menghabiskan dana dari pinjaman sebesar 100-499 juta yen misalnya, akan dikembalikan sebanyak 10 kali ke pemerintah Jepang. Setelah proyek itu diteken, pemerintah terkena charge komitmen pinjaman sebesar 0,2 persen per tahun.
Bagja Hidayat - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|