Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Menteri Perdagangan Prioritaskan Penurunan Biaya Ekonomi
Kamis, 25 November 2004 | 15:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, akan memprioritaskan penurunan biaya-biaya produksi dan perdagangan, karena makin tingginya biaya ekonomi yang menjadi faktor utama lemahnya daya saing sektor riil Indonesia.

Dalam melakukan reformasi peraturan perundangan di bidang perdagangan, Departemen Perdagangan akan memprioritaskan penurunan terhadap biaya-biaya produksi dan perdagangan ini.

Menurut Mari, di sektor perindustrian biaya bahan baku dan penolong yang diimpor lebih tinggi dibanding negara pesaing Indonesia.

Selain masalah biaya, masalah perburuhan juga sering menjadi hambatan. “Ini mengakibatkan produk Indonesia mempunyai daya saing rendah,” kata Mari dalam rapat kerja dengan Komisi Perdagangan DPR.

Dalam perdagangan, masalah perizinan dan administrasi membuat tingginya hasil produksi. Padahal, di negara lain bukan hanya biaya perizinan dan administrasi lebih rendah, tapi pemerintah memberikan fasilitas, termasuk subsidi. “Ini yang membuat harga jual tidak hanya dapat bersaing dengan sesama penghasil barang sejenis di negara berkembang, tetapi malahan bisa bersaing dengan hasil produksi di negara industri pengimpor,” jelasnya.

Karena itu, Departemen Perdagangan akan mengembangkan iklim usaha yang lebih sehat untuk menghilangkan komponen biaya yang menimbulkan inefisiensi, terutama kebijakan-kebijakan yang hanya menumbuhkan ekonomi biaya tinggi.

Salah satunya dengan merampingkan kebijakan perizinan, baik di pusat maupun di daerah. Kementeriannya, kata Mari, akan menekankan transparansi penyederhanaan prosedur, pemberian kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan perzinan di bidang ekspor impor, dan tidak membebani pedagang dengan biaya yang tidak wajar.

Departemen Perdagangan saat ini tengah mengkaji dan menginventarisasi kebijakan perdagangan yang saat ini masih berlaku. “Kebijakan yang akan diinventarisasi dan dikaji termasuk seluruh ketentuan ekspor dan impor yang dewasa ini dilarang, diatur, dan diawasi,” kata Mari.

Muchamad Nafi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Asing Anggap Iklim Investasi Indonesia Sudah Membaik
Pemerintah Belum Akan Sahkan RUU Batam Dalam 100 Hari
Indonesia Akan Minta Tarif Khusus Tekstil
Pemerintah Prioritaskan Tiga Program Ekonomi
Pemerintah Cina Bantu Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api
Indonesia Minta Negara Maju Turunkan Bea Masuk Produk Pertanian
Ekspor Non-Migas Mencapai Rekor
Deregulasi Jadi Program 100 Hari Mari Pangestu
Pemerintah Susun Harmonisasi Tarif Impor


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data