Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

BI Luncurkan Uang Baru Pecahan Rp 20 Ribu dan Rp 100 Ribu
Kamis, 25 November 2004 | 14:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) siang ini meluncurkan uang baru tahun emisi 2004 untuk pecahan Rp 20 ribu dan Rp 100 ribu. Kedua pecahan uang baru ini mempunyai desain baru sebagai penyempurnaan dari desain yang sekarang beredar, dengan penambahan tanda-tanda pengaman yang lebih handal.

Untuk pecahan Rp 100 ribu misalnya, yang membedakan dengan pecahan yang sekarang terletak pada bahan yang digunakan. Uang yang akan diedarkan pada akhir tahun ini terbuat dari kertas khusus berwarna merah muda. Gambar depan pecahan adalah gambar proklamator Indonesia Soekarno dan Mohammad Hatta. Sedangkan untuk gambar belakang adalah Gedung DPR dan MPR.

Untuk pecahan Rp 20 ribu, yang membedakan dengan yang beredar sekarang adalah warna dominan hijau yang lebih tajam. Untuk gambar bagian depan adalah pahlawan nasional Otto Iskandardinata dan gambar belakang pemetik teh di Jawa Barat.

Tanda-tanda tambahan lainnya adalah adanya blind code untuk pengguna tunanetra yang dapat diraba, tinta berubah warna (optical variable ink), dan pigmen perubah warna (irisafe).

Selain itu, kedua pecahan ini juga dilengkapi dengan tanda air (water mark, cetak timbul,, mikro teks, dan gambar saling isi (rectovrso).

Yang unik dari tanda pengaman yang dimiliki kedua pecahan ini adalah adanya nomor seru yang tidak simetris, di mana urutan huruf dan angka dengan ukuran makin membesar dan memendar di bawah sinar ultraviolet.

BI menyebutkan, walaupun telah mengeluarkan uang pecahan yang baru, pecahan Rp 20 ribu dan Rp 100 ribu yang sekarang digunakan masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

Rizki Amaliah/Grace - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI Tak Akan Longgarkan BMPK untuk Penuhi Kebutuhan Dolar Pertamina
Bank Indonesia Minta Otoritas Bursa Genjot Investor Lokal
BI: Penerbitan Obligasi Internasional US$ 1,5 Miliar Cukup Realistis
BI: 34 Bank Siap Terapkan Manajemen Risiko
BI Terapkan Batasan CAR 12 Persen Pada 2010
BI: Perlu Kerja Keras untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi
BI Akan Secara Optimal Menyerap Ekses Likuiditas
Menjelang Lebaran, Transfer Uang Buruh Migran Naik 550 Persen
Bisnis Perencanaan Keuangan Diharapkan Melindungi Nasabahnya
Uang Palsu Di Bali Meningkat Pesat
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data