Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Bappenas Tingkatkan Daya Serap Utang Luar Negeri
Rabu, 24 November 2004 | 19:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan berusaha meningkatkan daya serap pinjaman luar negeri. Caranya dengan meningkatkan efektivitas dan efisiensi implementasi pinjaman.

“Jadi ongkos komitmen (commitment fee) yang kita bayar tidak sia-sia,” kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Sri Mulyani Indrawati usai acara halal bihalal di gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (24/11) siang.

Menurut Ani, panggilan akrabnya, selama ini memang tidak seluruh komitmen pinjaman dapat dicairkan karena adanya kendala teknis di lapangan maupun dalam perencanaan.

Begitu juga proyek atau program yang dapat diimplementasi, ternyata tidak mendapat hasil sesuai dengan yang diinginkan.

Untuk itu, Ani menyatakan pihaknya akan menyusun daftar pinjaman program dan proyek yang akan diprioritaskan dan sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan pinjaman luar negeri yang ada, bersama dengan Departemen Keuangan dan departemen teknis terkait. “Kami tidak menghendaki pemborosan dana pinjaman,” katanya.

Ani mengharapkan melalui evaluasi yang komprehensif, kinerja eksekusi pinjaman baik program maupun rpoyek akanlebih baik.

Selain itu, diharapkan ada peningkatan daya serap terhadap komitmen pinjaman. “Yang tidak kalah penting, kami juga ingin agar nanti eksekusi pinjaman luar negeri dapat sesuai dengan target,” katanya.

Keseluruhan upaya ini, kata Ani, merupakan bagian dari usaha untuk meminta penghapusan atau keringanan ongkos komitmen (commitment fee) dari para lembaga dan negara donor. “Tahapan awal yang harus kita lakukan adalah memperbaiki performance eksekusi pinjaman kita dulu,” katanya.

Setelah itu, barulah pihaknya akan menyampaikan proposal yang ada ke lembaga dan negara donor.

Lebih jauh Ani mengaku bahwa pihaknya sudah menyampaikan aspirasi keringanan dan penghapusan ongkos komitmen terhadap negara donor. “Lembaga donor seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia bisa memahami keinginan kita.”

Akan tetapi, kata Ani, para donor sebelumnya berharap agar indonesia memperbaiki dulu kinerja daya serap serta performance implementasi pinjaman yang ada. “Bagi mereka yang sangat penting adalah bahwa pinjaman yang dikucurkan benar-benar bisa mencapai target dan tujuan yang diharapkan,” katanya. (amal ihsan)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bappenas Pertahankan Defisit APBN
Pemerintah Jerman Hapuskan Utang Indonesia
Komisi Penanggulangan Kemiskinan Fokuskan Pada Lima Program
Presiden Isyaratkan Tidak Akan Naikkan Harga BBM
Pemerintah Akan Bentuk Komisi Pengawas Kejaksaan
Sidang Kabinet Bahas Program 100 Hari Pertama
Sri Mulyani: Menggerakkan Sektor Riil Tidak Harus Dengan Fiskal
Kwik Serahkan Jabatan Menteri Bapenas
Penghapusan Biaya Komitmen Pinjaman Diputuskan Desember
Boediono Terpilih Sebagai Wakil ASEAN di IMF
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

International Monetary Fund
Asian Development Bank


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data