Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

BRI Lepas Obligasi Rekapitalisasi Rp 2 Triliun
Rabu, 24 November 2004 | 19:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk akan melepas kepemilikan obligasi rekapitalisasi sebesar Rp 2 triliun tahun depan.

Hingga akhir September 2004, obligasi pemerintah di bank tersebut mencapai Rp 26,17 triliun, turun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 27,28 triliun.

Direktur Utama BRI Rudjito memperkirakan jumlah obligasi ini akan semakin berkurang seiring dengan peningkatan penyaluran kredit. "Pelepasan obligasi rekap ini untuk kepentingan likuiditas BRI," katanya dalam paparan Kinerja Triwulan Ketiga 2004, di gedung BRI, Jakarta, Rabu (23/11).

Saat ini, pendapatan bunga obligasi rekapitalisasi mencapai 20 persen dari total pendapatan bunga bank. Obligasi yang dimiliki BRI, kata dia, 75 persen terdiri dari bunga tetap dan sisanya menggunakan tingkat bunga variabel.

Menurut dia, pengurangan ketergantungan terhadap obligasi ini akan semakin memfokuskan BRI terhadap pengucuran kredit. BRI, kata dia, masih tetap konsisten sebagai bank kredit usaha kecil dan menengah. Rudjito mengatakan jumlah kredit yang disalurkan pada segmen usaha kecil mencapai 86,7 ersen dari total kredit.

Hingga akhir September 2004, BRI memberikan kredit baru sebesar Rp 10,78 triliun, meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 6,2 triliun. "Pertumbuhan kredit ini mencerminkan 99,4 persen dari target pertumbuhan kredit selama 2004," kata dia.

BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 58,38 triliun, dengan rincian Rp 18,15 triliun kredit mikro, Rp 29,88 triliun kredit kecil, Rp 2,6 triliun kredit menengah, serta Rp 7,75 triliun kredit korporasi.

BRI akan tetap menekan penyaluran kredit korporasi di bawah 20 persen dari total kredit. Saat ini, kata dia, kredit yang tersalurkan ke korporasi hanya sekitar 13 persen. Sementara jumlah kredit macet atau non performing loan (NPL) mencapai 5,75 persen.

Memasuki akhir tahun ini, BRI juga membukukan laba bersih Rp 2,74 triliun, dua kali lipat dibandingkan September 2003 yang mencapai Rp 1,82 triliun. Melonjaknya kenaikan laba ini, kata Rudjito berasal dari pendapatan bunga dan penurunan beban bunga di pihak lain.

Selain itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) hingga akhir September ini mencapai 19,65 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 17,55 persen. (yandi)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BRI Hapus Tagih Kredit Usaha Kecil
BRI Gandeng Bank Malaysia Untuk Beli Bank Permata
BRI Dukung Permbentukan UU Lembaga Penjaminan
BRI Berminat Ikut Divestasi Bank Permata
Skandal BRI Bogor, Asep Tarwan Dihukum Penjara
Terdakwa BRI Divonis 16 Tahun Penjara
Bekas Pimpinan BRI Dituntut 20 Tahun Penjara
Terdakwa Korupsi BRI Keberatan Tuntutan Jaksa
Sampai 2013 Tidak Akan Ada Bank Internasional
Terdakwa Kasus Korupsi BRI Mulai Disidangkan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Indonesia Diminta Garap Energi Iran
Calon Haji Samarinda Mengantre Lima Tahun
MUI dan NU: Kuis SMS Ramadan Itu Judi
Tiket Kereta Pasca Lebaran Masih Tersedia
18 Lampu Lalu Lintas Masih Padam Hingga Sore

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data