Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Harga Elpiji Diproyeksikan Rp 4.000 Per Kilo
Rabu, 24 November 2004 | 18:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Harga gas elpiji eceran diproyeksikan menjadi Rp 4.000 untuk setiap kg. ?Kami inginnya segitu. Dengan harga tersebut kami mendapat sedikit keuntungan,? kata Ari Soemarno, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina di saat halalbihalal di Departemen Pertambangan dan Energi, Rabu (24/11).

Bagi Pertamina jika harga Rp 4.000 saja sedikit keuntungan. ?Harga Rp 4.000 ini adalah setelah tahap kedua. Pada kenaikan tahap pertama akan dibawah Rp 4.000 baru kemudian Rp 4.000,? ucapnya. Mengenai jumlah keuntungan yang akan diperoleh pertamina, Ari mengatakan masih dalam proses penghitungan.

Dia menambahkan akan terus melakukan sosialisasi dan konsultasi dengan berbagai pihak untuk menghindari terjadinya gugatan "class action" dari konsumen. Menurutnya terkadang orang menyalahartikan bahwa kalau kita menaikkan harga elpiji sudah tidak efisein.

Menanggapi berbagai keluhan buruknya pelayanan, Ari menambahkan bagaimana akan memberi pelayanan baik jika selama ini tidak ada pemasukan yang cukup. ?Kalau kita rugi bagaimana memberi pelayanan lebih baik. Kita realistis, pasar elpiji ini sudah terbuka dan ternyata tidak ada yang masuk karena rendahnya harga jual," tambahnya.

Menurutnya selama ini Pertamina sudah tidak kuat lagi menanggung kerugian, terlebih dengan semakin meningkatnya harga crude oil di pasar dunia. Sejak Maret hingga Oktober harga elpiji terus naik dari US$ 367/metrik ton menjadi US$ 443,50/metrik ton. ?Bahkan kemarin terakhir beli dari Singapura US$ 512/metrik ton, itu terima dipelabuhan belum ditimbun, biaya distribusi dan biaya pemasaran," tandasnya.

Muhamad Fasabeni?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Surat Peringatan Kedua untuk Dirut Pertamina Bakal Menyusul
Kurtubi: Perusahaan Lain Di bawah Pertamina Dibubarkan Saja
Besok SBY Resmikan Tiga Pembangkit Listrik
PKS dan Partai Demokrat Inspeksi Pertamina dan PLN
Karyawan Pelumas Cilacap, 'Kencing' Sembarangan Ditangkap
Harga Minyak Tanah Meroket di Lombok, Pertamina Gelar Operasi
Pengusaha dan Pertamina Akan Gelar Operasi Pasar
Kasasi Pertamina di AS Ditolak
Telkom Divre II Hentikan Pola Kerjasama Bagi Hasil
Berkas Perkara Karaha Bodas Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hamka Yandhu dan Anthony Diancam 20 Tahun Penjara
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Kenaikan Harga
Perbandingan kampanye Obama – McCain Soal Pajak
Desain Terminal Bandara Depati Amir Selesai Oktober
Keliling Dunia KPU Dinilai Tak Efektif

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data