|
Keuangan
Defisit Membengkak Jadi 1,5 persen.
Rabu, 24 November 2004 | 12:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Yusuf Anwar memperkirakan defisit tidak akan tercapai sebesar Rp 26,6 triliun atau 1,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia memperkirakan defisit akan membengkak hingga 1.5 persen dari PDB. “Banyak memang pembengkakannya, makanya harus kerja keras, tidak ada leha-leha,” katanya usai halal-bihalal dikantornya, Rabu (24/11).
Pembengkakan defisit disebabkan terutama oleh membumbungnya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat kenaikan harga minyak mentah dunia dan sejumlah pengeluaran. Subsidi BBM yang sebelumnya dialokasikan hanya sebsar Rp 14,5 triliun membengkak menjadi Rp 63 triliun. Tapi, Yusuf tetap optimis, pembengkakan itu masih terkendali dan bisa tercapai pada akhir tahun. “Kami akan menekan pengeluaran dan memperbesar penerimaan,”katanya.
Menurutnya, pajak dan bea cukai akan ditingkatkan penerimaannya untuk menutup kekurangan itu. Selain itu, penjualan saham pemerintah di bank juga menjadi andalan sebagai sumber penerimaan, kami sedang menyisir sumber-sumber penerimaan baru itu.
Bagja Hidayat
INDEKS BERITA LAINNYA :
|