|
Ekonomi dan Bisnis
Indonesia Hadapi Empat Tantangan Dalam Pembangunan Sektor Energi
Selasa, 23 November 2004 | 19:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komite Nasional Indonesia, World Energy Council menilai ada empat tantangan bagi Indonesia bila ingin mewujudkan pembangunan energi yang berkelanjutan.
“Tantangannya adalah pembiayaan, area, teknologi dan pasar,” Hardiv Harris Situmeang, Ketua Komite Nasional Indonesia, World Energy Council dalam Konggres Energi Selasa (23/11).
Sebenarnya, tambah Hardiv, keempat masalah ini dapat di pecahkan dengan ditopang oleh kebijakan energi dari pemerintah secara tepat. Dia mencontohkan dalam masalah harga, perlu ada insentif agar energi berkelanjutan ini dapat diaplikasikan.
Dalam pasar yang sudah menerapkan sistem investasi ini ada cara yang dapat dilakukan, misalnya penerapan kuota. “Atau cara sistem pricing khusus yang embedded," tambahnya.
Menurut dia, selama ini pemerintah sudah memiliki prioritas dalam pengembangan kebijakan energi berkelanjutan, jadi tinggal menerapkan sistem insentif yang memadai dan mencari pembeli.
Hardiv menyayangkan kelambatan pemerintah dalam mencari pembeli karena belum membentuk Komite Mekanisme Nasional. "Itu harus dibuat lebih dahulu, kita belum punya maka kita bisa terlambat dibanding Malaysia dan India mereka sudah cari buyer," tandasnya.(muhamad fasabeni)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|