Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bank Indonesia Minta Otoritas Bursa Genjot Investor Lokal
Selasa, 23 November 2004 | 09:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) meminta otoritas bursa menggenjot investor lokal berinvestasi di pasar modal.

Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin menilai, pasar modal Indonesia yang digerakkan oleh investor asing yang sifatnya jangka pendek, tidak sehat. Karena itu, agar pasar modal Indonesia sehat, seharus yang menggerakkan pasar itu adalah investor domestik. “Kalau asing sifatnya jangka pendek, jadi tidak sustain,” kata Aslim.

Aslim memperkirakan, jumlah investor asing di pasar saham lebih besar dari investasi di surat utang negara (SUN) atau sertifikat Bank Indonesia (SBI). Total investasi asing dalam SUN hingga saat ini mencapai Rp 7 triliun dan SBI mencapai Rp 6,9 trliun. Sedangkan di pasar saham jauh lebih besar. “Saya tidak punya angka yang tepat. Tapi jauh di atas itu,” katanya.

Menurut dia, investor asing dalam pasar modal dan uang itu bersifat jangka pendek, sehingga investor bisa sewaktu-waktu berubah sesuai ekspektasi dan sentimen. Investor jangka pendek juga dapat dengan mudah keluar, jika iklim investasi tidak sesuai dengan ekspektasi serta muncul sentimen negatif. Hal ini yang nantinya akan berdampak terhadap kestabilan nilai tukar.

Rupiah pernah mengalami kegoncangan, akibat keluarnya inevestasi ke luar negeri pada Juni lalu. Waktu itu dolar menguat, karena bank sentral Amerika mengubah kebijakan. Para investor waktu itu memperhitungkan, semua aset yang berdenominasi dolar waktu itu akan memberikan yield yang tinggi, sehingga investasi dalam mata uang----selain dolar----ditukarkan semua.

“Itu yang terjadi, sehingga kurs pada waktu itu mencapai Rp 9.400 per dolar AS,” ujarnya. “Capital inflow yang bersifat jangka pendek ini yang tidak kita inginkan.”

Menurut Aslim, fluktuasi rupiah tidak akan terlalu besar kalau ditopang ekspor yang tumbuh dari investasi. Tingkat ekspor Indonesia menunjukkan angka yang bagus, meskipun masih kalah dibandingkan Thailand, Malaysia, atau bahkan India.

Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah mengatakan, saat ini perdagangan saham di bursa memang masih digerakkan oleh investor asing. Kapitalisasi investor asing di bursa mencapai 55-60 persen dan hingga saat ini kapitalisasi pasar saham di bursa mencapai Rp 640 triliun.

Menurut dia, BEJ tidak bisa melarang investor masuk menanamkan modalnya di bursa. Investor asing turut membantu menggerakkan pasar modal di Indonesia.

“Persoalannya bukan membatasi investor asing masuk, karena itu namanya mundur. Tapi bagaimana sosialisasi dan kesadaran investor lokal menanamkan modalnya,” kata Erry ketika dihubungi Tempo. BEJ akan terus melakukan sosialisasi ini ke investor local agar menanamkan modalnya di pasar saham.

Yandi MR - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

AS Minta Indonesia Perbaiki Iklim Investasi
SBY Incar Miliaran Dolar dari APEC
BI: Penerbitan Obligasi Internasional US$ 1,5 Miliar Cukup Realistis
BI: 34 Bank Siap Terapkan Manajemen Risiko
BI Terapkan Batasan CAR 12 Persen Pada 2010
BI: Perlu Kerja Keras untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi
BI Akan Secara Optimal Menyerap Ekses Likuiditas
Menjelang Lebaran, Transfer Uang Buruh Migran Naik 550 Persen
Indo Farma Akan Up Grade Pabrik 2005
Bisnis Perencanaan Keuangan Diharapkan Melindungi Nasabahnya
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data