Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bintang Mitra Kaji Rencana Merger
Senin, 22 November 2004 | 15:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. tengah mengkaji rencana merger dengan dua perseroan properti lainnya, yakni PT Roda Panggon Harapan Tbk. dan PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk.

Manajemen akan melakukan kajian merger itu selama enam bulan mendatang. Upaya merger ini menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan sinergi antarperusahaan dan manajemen berharap sinergi dapat meningkatkan kinerja perusahaan yang selama tiga tahun terakhir tercatat merugi.

Ketiga perusahaan ini memiliki hubungan kepemimpinan direksi dan komisaris. Direktur Utama Roda, Richard Wiriahardja, juga menjabat juga sebagai Direktur Utama Ristia Bintang dan Komisaris Utama Bintang Mitra.

Dari sisi kepemilikan, Bintang Mitra memiliki 44 persen saham Ristia Bintang dan Ristia Bintang memiliki 74,6 persen saham Roda Panggon Harapan.

”Kami berpikir ke arah merger, tapi ini perlu dipikirkan dengan matang biar tidak berdampak negatif,” kata Richard dalam paparan publik ketiga perusahaan di Bursa Efek Jakarta.

Salah satu dampak negatif itu, menurut Richard, bila merger itu tidak dilakukan dengan hati-hati maka berakibat menurunkan kinerja perusahaan.

Menurut dia, hal-hal yang menjadi kendala merger adalah perpajakan dan perizinan, karena perizinan properti berbeda dengan perusahaan lainnya.

Berkaitan dengan kinerja perusahaan, menurut Richard, walau selama tiga tahun terakhir mengalami kerugian dia optimis tahun depan ketiga perusahaan dapat meraih keuntungan melalui beberapa aksi perusahaan. Namun, dia belum bisa menyebutkan aksi perusahaan tersebut, karena masih menunggu izin dari pemerintah. “Ya salah satunya adalah pembangunan rumah susun, sebagai ganti pembangunan rumah horizontal,” katanya.

Seperti diketahui, sejak tiga tahun terakhir, ketiga perusahaan tersebut mengalami kerugian. Roda sampai dengan kuartal ketiga tahun 2004 mencatat rugi bersih Rp 606 juta. Namun, rugi bersih ini turun sebesar 23,96 persen dibanding rugi bersih dari tahun sebelumnya, karena
adanya penghematan biaya, terutama biaya iklan dan promosi.

Sebelumnya, Roda Panggon Harapan memiliki utang senilai Rp 27 miliar dan telah mendapatkan pemotongan utang oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) , yakni untuk bunga utang 0 persen dan pemotongan pokok utang 20 persen.

Roda merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha pengembangan perumahan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Perusahaan ini antara telah membangun perumahan Simprug Poris di kilometer 18 Daan Mogot, Tangerang.

Sedangkan Ristia Bintang mencatat rugi rugi bersih sebesar Rp 871 juta atau mengalami penurunan 23,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berkurangnya rugi bersih pada perusahaan tersebut, karena adanya penghematan biaya, terutama biaya penjualan. Bintang Mitra mencatat rugi bersih sebesar Rp 391 juta. Periode yang sama tahun 2003, perusahaan berhasil mencatat laba bersih Rp 95 juta.

Menurut Richard, dibandingkan perusahaan properti lainnya yang mencetak keuantungan, perusahaan ini mengalami kerugian karena segmen operasional yang berbeda. Perusahaan ini bergerak di industri perumahan menengah kebawah dengan daya beli masyarakat yang
rendah. Sedangkan tren perusahaan yang mengalami keuntungan didapatkan perseroan yang begerak di bidang shopping centre dan apartemen.

Menurut dia, kebijakan pemerintah salah satu penyebab tidak kondusifnya usaha perumahan menengah ke bawah seperti rencana kebijakan pembangunan satu juta rumah yang sampai saat ini belum direalisasikan pemerintah. Padahal, pembangunan satu juta rumah ini dapat
mendongkarak usaha perumahan menengah ke bawah.

Selain itu, perhatian terhadap pembangunan rumah menengah ke bawah masih sangat minim.Real Estate Indonesia sangat tidak mendukung program rumah murah buat rakyat, hanya fokus untuk apartemen dan shopping centre saja.

Direktur Utama Bintang Mitra Lukman Purnomosidi mengatakan, perusahaan menunggu langkah konkret pemerintah dalam pembiayaan, infrastruktur, dan pertanahan dalam pengembangan rumah untuk menengah ke bawah.

Menurut Lukman, tahun depan permintaan terhadap perumahan kelas menengah ke bawah diperkirakan meningkat menjadi 800 ribu unit. Karena itu, perseroan optimis tahun depan kinerja perusahaan akan lebih baik.

Yuliawati/Rizki Amaliah - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Naik 13,379 Poin pada Penutupan Perdagangan Sesi Siang
Analis Sarankan Investor Waspadai Pergerakan Indeks
BEJ Targetkan Alokasi Reksa Dana Naik Jadi Rp 10 Triliun
IHSG Cenderung Terkoreksi
Laporan Keuangan Semen Gresik Dinilai Wajar dengan Pengecualian
BEJ Hentikan Sementara Perdagangan Saham Tiga Emiten
RUPSLB Bakrie Sumatetra Plantations Setujui Right Issue
Bukit Asam Akan Tambah Produksi 2,5 Juta Ton
IHSG Naik 3,39 Poin pada Penutupan Perdagangan Siang
IHSG Rawan Profit Taking
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Anthony Zeidra Abidin Mengakui Terima Uang
Wakil Presiden: Rangkap Jabatan Melanggar Kepatutan
Siaga Lebaran, Polres Cianjur Terjunkan 1.096 Personel
Hamka Yandhu dan Anthony Diancam 20 Tahun Penjara
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Kenaikan Harga

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data