|
Analis Sarankan Investor Waspadai Pergerakan Indeks
Senin, 22 November 2004 | 12:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para analis meminta investor waspada dan ekstra hati-hati terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang terus mengakumulasi nilai tinggi.
Analis menilai, pergerakan indeks saat ini semakin spekulatif, karena faktor pergerakan bursa regional yang memiliki kecenderungan menurun.
”Sebaiknya investor meningkatkan kewaspadaan. Jangan terus mengikuti gelombang aksi jual, indeks sudah semakin overbought. Sebaiknya melakukan aksi tahan dulu, menunggu perkembangan selanjutnya,” kata Adrian Rusmana, Kepala Riset BNI Sekuritas.
Senada, analis dari PT Kuo Capital Raharja Edwin Sinaga juga meminta, investor harus berhati-hati menghadapi pergerakan indeks, terutama untuk investor ritel. Dia menyarankan, investor melakukan aksi tahan dan tidak mengambil risiko dengan melakukan transaksi baru.
”Kalau yang sudah punya barang, jangan beli dulu. Lebih baik tahan dulu. Jangan mengambil ririko dengan menaruh portofolio,” katanya.
Menurut Edwin, pergerakan indeks pada penutupan Senin (22/11) yang mencapai 939,99 disebabkan kenaikan beberapa saham seperti Telkom dan saham perbankan. “Saham perbankan memiliki bobot besar terhadap indeks bursa. Ini menjadi penyebab naik indeks,” katanya
Pergerakan indeks yang normal, kata Ediwin, setelah mengalami kenaikan akan terdapat konsolidasi. Konsolidasi ini harus ada untuk menjaga tren naik, sehingga polanya tetap naik. Pergerakan indeks semakin tinggi, karena beberapa investor telah mengoleksi saham di saat indeks di level 800, sehingga momen peningkatan indeks yang tinggi dijadikan sebagai ajang aksi ambil untung (profit taking).
Sementara itu, untuk pergerakan indeks hari ini analis dari AAA Sekuritas Dany Hamzah mengatakan, pergerakan indeks masih akan fluktuatif, memiliki kecenderungan untuk naik dan turun. Dia memperkirakan, pergerakan di kisaran 934-948.
Rekomendasi saham-saham untuk dibeli diantaranya Unilever, BRI, Sampoerna. Sedangkan aksi jual antara lain Astra International dan Bank BCA serta aksi tahan adalah saham Gudang Garam dan Kalbe Farma.
Yuliawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|