|
Bank Permata
Perubahan Komisaris dan Direksi Baru
Senin, 22 November 2004 | 18:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Permata Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSBL) menetapkan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi Bank Permata. Perubahan susunan dewan dan direksi ini merupakan tindak lanjut dari adanya perubahan kepemilikan saham Bank Permata setelah difestasi 51 persen saham oleh konsorsuim Standard Chartered Bank dan Astra Internasional.
Dari susunan dewan komisaris baru terdapat tiga orang komisaris yang berasal dari Standard Chartered Bank yakni Mark Hansen, Vincent Plant, Brian Keelan serta satu orang dari Astra Internasional, Gunawan Geniusahardja. Dari susunan dewan komisaris tersebut, sisanya merupakan anggota komisaris lama, salah satunya Chandra Purnama merupakan wakil direktur Bank Permata yang menjadi komisaris independen
Sedangkan dari susunan dewan direksi terdapat dua orang direktur yang berasal dari Standard Chartered Bank yakni Hans Theikhul dan Daryll Morton. Sedangkan yang berasal dari Astra Internasional, Julius Aslam. Selebihnya susunan dewan direksi terdiri dari susunan anggota dewan direktur lama, dengan direktur utamanya Agus Marjowardoyo.
Selain agenda pembentukan dewan direksi RUPSLB membicarakan tentang tindak lanjut //cessie// Bank Bali yang terkait dengan perubahan administrasi keuangan Bank Permata. Menurut Agus, secara hukum kasus Bank Bali telah diselesaikan, namun terdapat implikasi akuntansi sehingga perlu dilaksanakan administrasi. "Secara akuntansi perlu dilakukan perbaikan administrasi dimana akan berdampak pada pengurangan sisi dan liabiliatis," kata Agus.
Kinerja Bank Permata, menurut Agus, menunjukan hal yang positif. Rasio modal yang dimilikinya sebesar 12 persen dengan NPL sebesar 2,9 persen. "Diakhir tahun 2004 ditargetkan NPL (non performing loan-kredit bermasalah) bisa dibawah 2 persen jauh diatas batasan BI (Bank Indonesia) yang menerapkan kurang dari 5 persen," katanya.
Berdasarkan kinerja triwulan III 2004, Bank Permata membukukan laba bersih sebersih Rp 489 miliar atau mengalami peningkatkan 128 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset yang dimiliki sebesar Rp 31,5 triliun dengan jumlah kredit Rp 13,4 dengan jumlah kredit yang tersalurkan.
Walaupun terjadi perubahan direksi dan kepemilikan, menurut Agus, Bank Permata tetap akan memberikan kredit kepada kelompok usaha kecil dan menengah dan konsumer. Disamping itu Bank Permata akan mengembangkan aktifitas di tingkat aktifitas pasar modal (kapital market) dan //treasury//.
Yuliawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|