Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

AS Minta Indonesia Perbaiki Iklim Investasi
Senin, 22 November 2004 | 11:17 WIB

TEMPO Interaktif, Santiago:Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan US Chamber of Commerce (Kamar Dagang AS) meminta Indonesia memperbaiki iklim investasi. Sementara itu, Jepang menyatakan dukungannya terhadap pemerintah baru dan siap meningkatkan investasinya di Indonesia.

Pernyataan Bush dan Kamar Dagang AS disampaikan dalam pertemuan terpisah dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela acara pertemuan para kepala negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Santiago, Cile, yang dibuka Sabtu (20/11) lalu.

Presiden Yudhoyono bertemu dengan Kamar Dagang AS pada Sabtu pukul 08.45 waktu setempat (pukul 18.45 WIB). Hari itu, SBY juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara, di antaranya Perdana Menteri Kanada Paul Martin, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS George W. Bush, dan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi. Kegiatan lainnya, SBY menjadi pembicara utama dalam APEC CEO Summit.

Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS, SBY mengundang para investor untuk hadir dalam acara Infrastructure Summit di Jakarta pada 17-18 Januari mendatang. Menanggapi ajakan itu, Kamar Dagang AS meminta Indonesia memperbaiki iklim investasi melalui perbaikan sistem perpajakan, perbaikan keamanan, dan kepastian hukum.

"Bila perbaikan itu terjadi, mereka pasti akan berinvestasi," kata juru bicara presiden Dino Patti Djalal saat memberi keterangan, Sabtu malam, seperti dilaporkan wartawan Tempo Bambang Harymurti dari Santiago. "Presiden SBY menyatakan akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia."

Sabtu siang, Presiden SBY melakukan pertemuan dengan Presiden Bush di Hotel Hyatt Santiago pada pukul 11.45 (21.45 WIB). Saat itu SBY juga membicarakan sejumlah persoalan ekonomi, di samping memberi ucapan selamat atas terpilihnya kembali Bush sebagai Presiden AS.

Menurut sumber Tempo, pertemuan dua kepala negara ini berlangsung hangat. Bush bahkan sempat beberapa kali menepuk bahu SBY sambil berkomentar, "Very good man."

Dalam pembicaraan itu, SBY menekankan pentingnya investasi AS di Indonesia. Kepada SBY, menurut sumber tadi, Bush berharap Indonesia menghormati kontrak dagang agar investor datang.

Di luar persoalan ekonomi, SBY menjelaskan kepada Bush bahwa aparat hukum Indonesia tengah bekerja keras untuk secepatnya menangkap Antonius Wamang, yang telah didakwa Biro Investigasi Federal AS (FBI) sebagai pembunuh dua warga AS dan satu warga Indonesia di Timika, Papua.

Sore harinya, SBY melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi. Dalam pertemuan itu, Koizumi menyatakan dukungannya terhadap pemerintah baru pimpinan SBY. "Pemerintah dan kalangan swasta Jepang akan memberi dukungan terhadap upaya pemerintah baru di Indonesia," demikian pernyataan pers Kementerian Luar Negeri Jepang kemarin.

Dalam siaran pers itu juga disebutkan bahwa kedua pemimpin sepakat membentuk forum gabungan sektor swasta dan pemerintah kedua negara untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

Persoalan investasi kembali menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan SBY dengan Perdana Menteri Kanada Paul Martin dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Juga dibahas soal peningkatan kerja sama kontraterorisme.

Paul Martin meminta RI membuka pasar terhadap produk daging sapi Kanada dan menjamin kesehatan produk ternak Kanada. Selain itu, dibahas soal rencana PT Inco menambah investasinya US$ 250 juta di Indonesia. Sementara itu, Putin meminta dukungan Indonesia untuk mempercepat penerimaan Rusia oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Ketika berbicara dalam pertemuan pertama 21 pemimpin APEC, SBY menekankan pentingnya kerja sama keamanan. Ia juga menegaskan, ancaman teror masih riil dan para teroris masih aktif merencanakan serangan. "Karena itu, kerja sama dalam memberantas terorisme perlu terus ditingkatkan," ujarnya.

Menurut rencana, Senin ini pukul 06.00 waktu Indonesia rombongan Presiden SBY akan meninggalkan Santiago dan tiba di Jakarta pada Selasa malam.

bhm/metta/afp/xinhuanet




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

WTO: Kesepakatan Perdagangan Regional Tak Ancam Negosiasi Perdagangan Global
SBY Incar Miliaran Dolar dari APEC
Presiden Yudhoyono Akan Bertemu Howard pada Pertemuan APEC
Indo Farma Akan Up Grade Pabrik 2005
Indonesia Memperjuangkan Negara Berkembang di Konferensi APEC
Industri Farmasi Lebih Diminati Investor Asing
Tagihan Macet Bank BUMN Bakal Dihapus
Pemerintah Daerah Butuh Kebijakan Khusus
Sutiyoso Siapkan Pelayanan Satu Atap untuk Investasi
Pengembang Minta Hak Pakai Apartemen Warga Asing Diperpanjang
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
UU RI No. 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas ) Tahun 2000-2004
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data