|
APEC Setuju Lanjutkan Bahas Liberalisasi Perdagangan
Saturday, 20 November, 2004 | 12:15 WIB
TEMPO Interactive, Jakarta:Para pejabat tinggi dari 21 negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) sepakat untuk melanjutkan pembahasan soal liberalisasi perdagangan global tahun depan.
Setelah bertemu selama dua hari di Santiago, Chili, para menteri luar negeri dan menteri perdagangan anggota APEC, sepakat akan kembali melanjutkan negosiasi liberalisasi perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tahun depan.
Soal liberalisasi perdagangan ini sebenarnya sudah dibahas 147 negara anggota WTO di Doha, Qatar sejak tiga tahun lalu. Namun, sampai saat ini antara negara maju dan negara berkembang masih terdapat perbedaan pendapat.
Dalam pertemuan WTO tahun lalu, negara maju dan negara berkembang kembali gagal mencapai kesepakatan, terutama berkaitan dengan subsidi pertanian.
Negara maju menginginkan negara berkembang lebih membuka pasarnya lagi, sementara negara berkembang menekankan agar negara maju mau menghapuskan subsidi di sektor pertanian.
Negara berkembang menilai, negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa memberikan subsidi yang sangat besar terhadap para petaninya, sehingga produk-produk pertanian dari negara berkembang yang masuk ke kedua negara itu menjadi kalah bersaing.
Selain kesepakatan yang berkaitan dengan ekonomi, negara-negara anggota APEC juga sepakat untuk membahas cara melawan terorisme dengan melindungi segala hal dari ancaman teroris, mulai dari penerbangan sampai persediaan bahan makanan.
Anggota-anggota APEC juga sepakat untuk memberikan prioritas pada penciptaan alat-alat keamanan baru terhadap kemungkinan diserangnya pesawat penerbangan sipil oleh teroris. APEC pun sepakat untuk mengembangkan system tanda bahaya dari serangan teroris agar penerbangan bisa menjadi lebih aman.
Langkah lainnya adalah melindungi pabrik-pabrik kilang minyak dan memastikan agar persediaan bahan pangan tidak diserang teroris (bio terrorists.
Menurut Wakil Kementerian Perdagangan Amerika Serikat Robert Zoellick, deklarasi yang akan dihasilkan APEC soal liberalisasi perdagangan itu menjadi sangat penting, karena negara-negara anggota APEC mewakili sebagian besar perekonomian global.
“Kalau APEC yang berbicara, orang akan mendengarkan,” kata Zoellick. “Saya optimistis, kami akan mencapai suatu persetujuan dalam pertemuan pada 2005 dan 2006.”
Menteri Perdagangan Australia menambahkan, deklarasi APEC akan mendorong putaran Doha sampai pada suatu kesimpulan.
AP/Grace S Gandhi - Tempo
ANOTHER INDEX :
|