Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BI: Penerbitan Obligasi Internasional US$ 1,5 Miliar Cukup Realistis
Jum'at, 19 November 2004 | 03:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) menilai, rencana pemerintah menerbitkan obligasi internasional (sovereign bond) senilai US$ 1-1,5 milliar pada 2005 cukup realistis.

Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, pasar obligasi Asia saja sudah cukup untuk menyerap obligasi tersebut. Saat ini cadangan devisa Asia mencapai 50 persen dari cadangan devisa dunia.

Apalagi, Asia juga dinilai masih memiliki kelebihan likuiditas. “Sekarang kan banyak uang di mana-mana (di Asia),” katanya. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, menurut dia, sudah cukup untuk menyerap obligasi dalam negeri. Penyerapan ini berguna untuk mencegah kemungkinan kelebihan likuiditas akan digunakan untuk spekulasi valas. Apalagi, dengan adanya rencana penerbitan surat utang jangka pendek dengan bunga 8 persen.

Berkaitan dengan penerbitan obligasi valas itu, Buhanuddin mengaku, pemerintah belum mengajak BI untuk mendiskusikan masalah ini. Padahal, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum penerbitan surat utang itu seperti besaran debt service ratio.

Ketua Panitia Anggaran DPR periode 1999-2004 Abdullah Zainie sebelumnya mengatakan, untuk menutup pembiayaan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2005 sebesar Rp 93,1 triliun, 50 persen lebih sumbernya akan diambilkan dari hasil pengelolaan dana obligasi negara.

Dana pengelolaan obligasi negara yang diproyeksikan tahun depan akan mencapai sekitar Rp 50 triliun. Pengelolaan obligasi negara itu meliputi penerbitan obligasi dalam dan luar negeri sebesar Rp 10 triliun, pembayaran utang pokok obligasi negara yang jatuh tempo sebesar Rp 20 triliun, dan penyerapan kembali obligasi negara di pasar melalui program pembelian kembali (buy back) Rp 20 triliun.

Sumber lain dari dalam negeri yang digali untuk menutup pembiayaan adalah rekening pemerintah yang ada di BI, yaitu Rekening Dana Investasi (RDI) sebesar Rp 9 triliun, hasil privatisasi sejumlah badan usaha milik negara Rp 3,5 triliun, dan hasil penjualan aset negara yang akan dilakukan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset Rp 4 triliun.

Amal Ihsan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI: 34 Bank Siap Terapkan Manajemen Risiko
BI Terapkan Batasan CAR 12 Persen Pada 2010
BI: Perlu Kerja Keras untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi
BI Akan Secara Optimal Menyerap Ekses Likuiditas
Menjelang Lebaran, Transfer Uang Buruh Migran Naik 550 Persen
Bisnis Perencanaan Keuangan Diharapkan Melindungi Nasabahnya
Uang Palsu Di Bali Meningkat Pesat
Presiden Sampaikan Tiga Strategi di Bidang Ekonomi
PPATK Sinyalir Lima Bank Tidak Kooperatif Cegah Pencucian Uang
BI Kucurkan Rp 32,5 triliun Buat Lebaran
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data