|
Garuda dan Merpati Panen Penumpang Selama Lebaran
Kamis, 18 November 2004 | 21:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai-maskapai penerbangan selama libur Lebaran mengalami peningkatan jumlah penumpang dan pendapatan.
Garuda Indonesia misalnya, mencatat adanya kenaikan volume trafik atau lalu lintas penerbangan sebesar 10 persen hingga 12 persen selama Lebaran ini, sehingga Garuda harus menambah jumlah tempat duduk menjadi 57 ribu kursi.
Meskipun demikian, Direktur Niaga Garuda Bachrul Hakim mengatakan, sampai saat ini Garuda belum bisa menentukan besarnya keuntungan yang berhasil diperoleh, karena arus balik penumpang belum selesai.
“Dalam peak session seperti ini, kami tidak pernah mentargetkan keuntungan, tapi lebih ke pelayanan,” kata Bachrul kepada Tempo.
Garuda, menurut Bachrul, lebih mengutamakan kepada pelayanan ke pelanggan. “Tidak semata-mata mencari keuntungan seperti maskapai swasta,” katanya.
Apalagi, tahun ini pemerintah tidak menerapkan tuslah tarif transportasi, tapi memakai rentang tarif batas atas dan batas bawah sebesar 20 persen dari harga normal. Dengan sistem ini, semua maskapai mengalami kenaikan pada satu arah saja. Artinya, arus mudik jumlah penumpang ke daerah meningkat, tapi ketika perjalanan pulang, pesawat tidak ditumpangi banyak penumpang.
Hal serupa juga terjadi pada arus balik. Ketika pesawat terbang ke daerah tidak membawa banyak penumpang, tapi sebaliknya untuk kota-kota tujuan seperti Jakarta, penumpang mengalami lonjakan. Namun, dia mengakui, peningkatan volume trafik penerbangan ini bisa membantu memperlancar aliran kas perusahaan.
Tak berbeda jauh, Merpati Nusantara Airlines, juga mengakui terjadi kenaikan pendapatan sebesar 10 persen selama libur Lebaran kali ini dibanding pendapatan bulan-bulan sebelumnya. Dalam kondisi normal, pendapatan Merpati rata-rata mencapai Rp 130 miliar setiap bulannya.
Meskipun demikian, General Secretary Corporation Merpati Jaka Pujiono mengatakan, kenaikan pendapatan ini tidak sebesar perkiraan Departemen Perhubungan. Sebelumnya, Departemen Perhubungan telah mengutarakan adanya kenaikan pendapatan sekitar 35 persen untuk transportasi udara. Perkiraan ini dengan asumsi harga yang dipatok setiap maskapai penerbangan merupakan tarif diskon.
Padahal, pada arus mudik dan arus balik Lebaran maskapai menggunakan tarif normal. Tiket penerbangan yang digunakan saat arus mudik dan arus balik tidak menggunakan harga diskon. Merpati hanya menambah jumlah penerbangan sebanyak 19 ribu unit lagi untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang.
Agriceli - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|