Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Sisa Saham Permata Masih Dibuka untuk Umum
Rabu, 17 November 2004 | 12:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Perusahaan Pengelola Asset (PPA), Ananda Barata mengatakan penawaran bagi pelepasan 20 persen saham PT. Bank Permata masih dibuka untuk umum. "Yang pasti itu akan masuk ke pasar, (market plecement), dan masih terbuka kemungkinan bagi umum," kata Ananda kepada wartawan di sela-sela acara open house Menteri Negara BUMN, Minggu (14/11).

Ananda menambahkan saat ini PPA masih berkonsentrasi untuk pelepasan sisa saham Pemerintah di Bank Permata, dan belum berencana untuk melepaskan saham-saham minoritas. "kita masih konsentrasi di Permata dulu," katanya.

Menurut Ananda, pelepasan saham-saham minoritas akan dilakukan sebelum berakhirnya tugas PPA. Ya, pokoknya akan dilakukan sebelum PPA tutup," katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PPA, Raden Pardede mengharapkan harga 20 persen saham Permata bisa diatas harga jual 51 persen saham yang telah selesai dilepas.

Raden menegaskan meskipun konsorsium Standard Charter – Astra adalah yang paling berminat dalm pelepasan 20 persen saham permata, namun PPA masih membuka kesempatan bagi penawar lain. "Makin banyak penawar makin bagus. Disamping itu kita juga inginkan adanya persaingan. Kalau ada persaingan, mudah-mudahan harga bisa naik kan," kata Raden.

Menurut Raden dengan dilepaskan kembali saham pemerintah di Bank Permata sebesar 20 persen, maka saham pemerintah di Bank Permata masih tersisa sebesar 26 persen. Dengan sisa saham sebesar itu menurut Raden pemerintah masih tetap bisa berperan dan masih mempunyai cukup pengaruh. "Sampai, 26 persen kita mungkin masih punya perwakilan yang cukup banyak, karena kita bisa memblok. Jadi masih cukup berpengaruh," katanya.

Raden menambahkan kemungkinan PPA juga akan melepas saham-saham minoritas. Namin menurut Raden hal itu tergantung dari keputusan pemerintah. "Kalau pemerintah meminta untuk keperluan mereka di budget, kita harus lakukan itu, setiap saat diperintahkan kita harus siap. Tahun depan lah yang mungkin ada lagi," katanya.

Erwin Dariyanto - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Sulit Menembus Titik Psikologis Baru
Bank Dunia Revisi Target Pertumbuhan, Indeks Tembus 900
Investor Lakukan Aksi Jual Hadapi Libur Lebaran
BEJ: Indeks Bisa Capai 1000
Perusahaan Publik Perlu Insentif Pajak
Astra Agro Lestari Bagi Dividen Rp 100
BEJ Cabut Suspensi Ades
IHSG Masiih Diwarnai Profit Taking
Indeks Saham Gabungan Rawan Profit Taking
Sentimen Bursa Regional Menekan Indeks Saham
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Desain Terminal Bandara Depati Amir Selesai Oktober
Keliling Dunia KPU Dinilai Tak Efektif
Maradona Anggap Blatter Budak
Perpres Penataan Ruang Megapolitan DIsambut Baik
Calon Legislator Muda Rentan Disuap

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data