|
sengketa bisnis
Sikap Cemex Terhadap Indonesia Mulai Melunak
Jum'at, 12 November 2004 | 15:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto mengatakan, ada perkembangan baru mengenai kasus Cemex.
Manajemen Cemex Asia Holding Ltd. mulai melunak dengan memberikan beberapa pilihan-pilihan bagi pemerintah Indonesia. Namun Sugiharto, tidak menyebutkan pilihan-pilihan yang diajukan Cemex tersebut.
Sugiharto menambahkan bahwa proses arbitrase di pengadilan internasional saat ini masih terus berlanjut. “Pemerintah akan memperkuat tim negoisasi, sehingga posisi tawar Indonesia menjadi lebih kuat,” katanya kepada wartawan.
Sebelumnya menteri meminta manajemen Cemex agar fair dalam penyelesaian kasus PT Semen Gresik Tbk.
Seperti diketahui, Cemex menggugat pemerintah Indonesia ke Badan Arbitrase Internasional (International Centre for Settlement of Investment Disputes). Cemex mendaftarkan kasus ini ke lembaga arbitrase pada 10 Desember 2004.
Gugatan Cemex ke Badan Arbitrase Internasional berawal dari kekecewaan perusahaan itu karena pemerintah Indonesia dinilai tidak serius dan membiarkan berlarut-larutnya masalah di PT Semen Padang. Akibat tidak terselesaikannya masalah di Semen Padang, anak perusahaan Semen Gresik, menganggu kinerja Semen Gresik. Ini berdampak pada terhambatnya pembuatan laporan keuangan perusahaan 2002.
Cemex saat ini menguasai 25 persen saham Semen Gresik dan pemerintah masih menguasai mayoritas kepemilikan (sekitar 51 persen) di perusahaan itu.
Perusahaan asal Mexico ini juga kecewa lantaran pemerintah dianggap tidak konsisten menjalankan perjanjian jual beli bersyarat atau conditional sales and purchases agreement (CSPA) sebesar 25 persen saham Semen Gresik ke pihaknya. Perjanjian itu ditandatangani pada. September 1998
Pemerintah Indonesia berargumentasi bahwa penjualan saham berikutnya ke Cemex, seperti diatur dalam CSPA adalah hak jual (put option), sehingga bukan merupakan suatu keharusan. Artinya, tidak berarti pemerintah wajib menjual saham itu ke Cemex.
Erwin Dariyanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|