|
ekses likuiditas
BI Akan Secara Optimal Menyerap Ekses Likuiditas
Kamis, 11 November 2004 | 22:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) akan secara optimal menyerap ekses likuiditas sebagai tindak lanjut program kebijakan moneter yang cenderung ketat. Menurut Kepala Biro Komunikasi BI Rizal A. Djaafara, ini untuk mencapai sasaran inflasi jangka menengah.
Sementara itu, untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang berpotensi mempengaruhi pencapaian sasaran inflasi, BI akan tetap melakukan pemantauan secara cermat arus modal yang mempunyai potensi mobilitas tinggi.
Di bidang perbankan, BI akan tetap melanjutkan kebijakan mempertahankan stabilitas sistem perbankan dan melanjutkan upaya-upaya untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan. “Kami juga menghimbau perbankan untuk terus memfungsikan pengawasan internal secara intensif dalam rangka peningkatan good governance,” kata Rizal dalam siaran persnya.
Rizal menambahkan, BI akan terus memonitor berbagai indikator ekonomi, khususnya inflasi dengan seksama. “Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan masih meningkat, karena didorong oleh permintaan domestik, khususnya konsumsi, investasi, dan impor,” jelasnya.
Tekanan inflasi dari sisi permintaan, kata Rizal, diperkirakan meningkat. , Diikuti oleh peningkatan ekspektasi inflasi, terkait dengan pola musiman menyambut hari raya keagamaan dan tahun baru, maupun inflasi inti.
“Sampai dengan akhir tahun ini, inflasi diperkirakan akan berada pada kisaran sesuai dengan perkiraan awal tahun,” katanya.
BI tahun depan memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dari 5 persen dan tingkat inflasi diperkirakan relatif sama seperti dengan tahun ini.
Di tempat terpisah, Deputi Gubernur BI Maman Soemantri memperkirakan, tingkat inflasi dalam tiga tahun ke depan akan cenderung terus turun. Tahun depan inflasi diperkirakan akan mencapai 6,5 pesen, pada 2006 sebesar 6 persen, dan 2007 sebesar 5,5 persen.
Menurut Maman, perkiraan tingkat inflasi itu sudah memperhitungkan kenaikan harga bahan baker minyak (BBM) dalam negeri yang ada kemungkinan akan ditetapkan pemerintah pada tahun depan.
“Tetapi kenaikan harga BBM bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat inflasi,” katanya kepada wartawan.
Erwinda Dariyanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|