Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

produksi padi

Produktivitas Tanaman Pangan Meningkat
Kamis, 11 November 2004 | 21:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Departemen Pertanian Mohamad Ja'far Hafsah mengatakan, saat ini produksi komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, dan kacang tanah mengalami peningkatan.

Data dari Badan Pusat Statistik memperkirakan, produksi padi tahun ini secara nasional akan mencapai 54,34 juta ton atau naik empat persen dari produksi tahun lalu yang mencapai 52,14 juta ton.

Menurut dia, meningkatnya produksi padi ini akibat pertambahan areal panen melalui optimalisasi pemanfaatan lahan tidur, rawa dan lahan pasang surut, lahan perkebunan, hortikultura, kehutanan dan trasmigrasi, serta meningkatnya produktivitas dan akurasi perkiraan musim kemarau.

Sepanjang tahun ini areal panen akan mencapai 11,97 juta hektare atau naik sekitar 482 ribu hektyare (4,2 persen) dari tahun lalu. Secara produktivitas, juga akan meningkat.

Produksi padi tahun ini sebagian besar dihasilkan di Pulau Jawa, yaitu sekitar 29,4 juta ton. Sementara Pulau Sumatera menyumbang 12,75 juta ton, Sulawesi 5,53 juta ton, Kalimantan 36,6 juta ton, Bali dan Nusa Tenggara 2,8 juta ton, serta Maluku dan Papua 147 ribu ton.

“Dengan begitu, Pulau Jawa yang terus didera penciutan lahan hingga saat ini masih menjadi andalan sumber produksi padi nasional dengan kontribusi 54 persen,” kata Ja’far di Jakarta.

Menurut dia, kontribusi terbesar produksi padi nasional disumbang selama periode Januari-April sebesar 25,94 juta ton, periode Mei-Agustus 18 juta ton, dan periode September-Desember 10,3 juta ton.

Selain padi, diperkirakan juga terjadi peningkatan pada produksi tanaman pangan lainnya seperti jagung yang tahun ini akan meningkat menjadi 11,35 juta ton dari 11 juta ton tahun lalu, kedelai meningkat menjadi 730.500 ton, kacang tanah meningkat menjadi 834.000 ton, dan ubi kayu meningkat menjadi 19,5 juta ton.

Asep Yogi Junaedi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Stok Daging Sapi dan Cabe Merah Menipis
Departemen Pertanian Kekurangan Dokter Hewan Untuk Atasi Anthrax
Jelang Lebaran Bekasi Bentuk Tim Khusus Antraks
Hakim Kasus Ba'asyir Tidak Dikawal Khusus
Kambing Terkena Antraks Dibakar
Pemerintah Inspeksi Ulang Ternak di Bogor
Presiden Perintahkan Dua Menteri Cegah Meluasnya Antraks
Bekasi Antisipasi Masuknya Daging dari Bogor
Satu Korban Antraks Pernapasan Dikirim ke RSCM
NTB Diserang Antraks
> selengkapnya...


Referensi

Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data