Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Gerbong KA Kertajaya Produksi INKA Madiun
Kamis, 11 November 2004 | 20:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perhubungan Hatta Radjasa bersama Menteri Negara BUMN Sugiharto meresmikan peluncuran 10 armada kereta api kelas ekonomi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (11/11) sore. KA Kertajaya tujuan Surabaya Pasarturi ini meninggalkan stasiun pukul 17.00 WIB mengantar sekitar 1.200 pemudik.

Sepuluh gerbong kereta kelas ekonomi ini adalah kereta baru buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun, Jawa Timur. Dengan peluncuran ini menandakan bahwa pemerintah dan PT KA tidak hanya memperhatikan penumpang kelas komersial saja, tetapi juga KA kelas ekonomi.

?Kami harus memberi prioritas pada potensi dalam negeri. Setidaknya kereta kelas ekonomi harus dapat diproduksi oleh INKA. Tidak perlu diimpor lagi,? kata Hatta Radjasa seusai meresmikan KA Kertajaya.

Menteri Negara BUMN, Sugiarto juga menambahkan INKA sudah mempunyai kemampuan yang bagus dalam pengembangan teknologi sehingga tahun depan INKA dapat memproduksi kereta api untuk produksi sendiri. ?Sehingga ada nilai tambah untuk masyarakat Indonesia,? tambahnya.

KA Kertajaya menjadi pilihan untuk diganti karena KA ini sangat disukai pengguna jasa. ?KA Kertajaya merupakan favorit penumpang kelas ekonomi. Dari semua KA yang berangkat dari Stasiun Pasarsenen, KA ini yang menduduki peringkat pertama,? ujar.

KA Kertajaya dioperasikan PT. KA sejak tahun 1999. Dari segi kualitas, kereta api ini tergolong bagus, baik dari waktu keberangkatannya, dalam perjalanan maupun waktu tempuhnya. KA Kertajaya dari Pasarsenen ke Surabaya menempuh jarak sekitar 719 km dengan waktu tempuh 13 jam. Sedangkan waktu tempuh dari Surabaya lebih singkat yaitu hanya 11 jam 45 menit, melewati jalur utara.

Pemerintah berharap penambahan 10 kereta kelas ekonomi ini akan menambah kapasitas angkut, khususnya kelas ekonomi. Sehingga terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan. Dengan demikian keluhan makin berkurang dan pelayanan dapat ditingkatkan. ?Selama ini kereta api di Indonesia mengalami deadlock karena masalah dana. Untuk itu pemerintah mendorong sektor swasta terlibat dalam infrastruktur ini,? jelas Hatta.

Nofi Triana Firman?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Baru Tahu Kalau WC Kereta Dijejali Pemudik
Presiden Intruksikan Infrastruktur Perhubungan Siaga Satu
Menteri Ancam Cabut Trayek Bus yang Nakal
Surat Peringatan Kedua untuk Dirut Pertamina Bakal Menyusul
Awak Bus Naikkan Tarif Seenaknya
Menteri Perhubungan: Bus Yang Menurunkan Penumpang Ditengah Jalan, Ijinnya Akan Dicabut
Pemudik Mengaku Diperas Pengamen Di aerah Cirebon
Di Mataram, Mobil Patroli Keluar Masuk Kampung Cek Rumah Kosong
Kepadatan Lalau Lintas Jakarta Mulai Berkurang
Harga Bumbu Dapur Melonjak
> selengkapnya...


Website

Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni)
PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP)
PT Garuda Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data