|
Ekonomi Bisnis
IHSG Rawan Profit Taking
Kamis, 11 November 2004 | 10:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (11/11), diperkirakan rawan aksi ambil untung atau profit taking, setelah kemarin indeks mengalami kenaikan tertinggi di level 918,713 atau naik 17,33 poin.
Para spekulan cenderung melakukan aksi ambil untung untuk merealisasikan keuntungan sebelum liburan panjang lebaran. Dan juga karena beberapa saham unggulan sudah mengalami over bought (kejenuhan).
Namun begitu, menurut Alfiansyah, Analis PT Sinar Mas Sekuritas, terdapat peluang indeks mengalami penguatan dengan masih bermainnya investor asing dalam pasar modal nasional.
"Sentimen-sentimen positif seperti keamanan dalam negeri, harapan terhadap kinerja pemerintahan baru, serta laporan keuangan kwartal III beberapa emiten membuat investor asing tertarik bermain disini," kata Alfiansyah.
Menurutnya, indeks akan bergerak di kisaran 911-925. Trend positif masih dimiliki beberapa saham unggulan seperti mandiri dan BRI. Adapun saham-saham unggulan lainnya sudah sangat terbatas untuk mengalami penguatan.
Sedangkan Edwin Sebayang, analis dari PT Evergreen Capital mengatakan, pergerakan indeks selain kemungkinan mengalami penguatan juga rawan terkoreksi. Menurutnya, pergerakan indeks diperkirakan berada dikisaran 911-926. Dia merekomendasikan aksi beli beberapa saham lapis kedua seperti Bank Panin, Antam, dan Kalbe Farma. Adapun aksi jual seperti saham-saham HM. Sampoerna, Astra dan Telkom.
Menurutnya, teradapat kecenderungan investor asing akan terus bermain di masa 100 hari pemerintahan baru. "Itu masa bulan madu dimana gejolak ekonomi politik dari pemerintahan baru tidak akan terlihat," katanya. Lebih lanjut, Edwin mengatakan, dalam jangka panjang indeks akna terus berada dikisaran 900 dan kemungkinan akan terus menguat sampai akhir tahun.
Yuliawati-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|